Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jangan Seperti Pelangi

Jangan Seperti Pelangi

Merenda sebuah tali kasih Kusimpul menjadi satu hati Gambaran cinta yang terluka Bagai langit meratap sendu Kala bias cinta menghilang Sakit itupun datang tanpa permisi Rembulan tak menyisakan senyum
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai nanti nangis
Baca
+Pustaka
Presdir Dingin itu, Ayah dari Putraku

Presdir Dingin itu, Ayah dari Putraku

Nana membalikkan badan mendengar suara Rihana, benar saja kalau gadis kecil itu menangis, bahkan wajahnya sudah sangat basah dan hidungnya merah. “Ya Tuhan, kenapa Nana nangis?” tanya Rihana terkejut dan langsung duduk di tepian ranjang. Diusapnya rambut Nana, kemudian menyeka air mata gadis kecil itu. “Nana kangen Mama. Biasanya Mama meluk Nana pas tidur, sekarang ga ada.” Nana kembali menangis karena teringat sang mama. Rihana benar-benar tidak tega. Dia meraih tubuh Nana, lantas memeluk gadis kecil itu. Rihana mengusap secara konstan punggung gadis kecil itu untuk menenangkan.
9.5283.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.8K kali sebagai nanti nangis
Baca
+Pustaka
Ketika Istri Billionaire Pergi

Ketika Istri Billionaire Pergi

Dia tak ingin membuat putranya salah memahami. Nania mengangguk. “Ibumu benar, Sayang. Kami sudah lama berpisah dan sangat rindu sekali.” “Terkadang, kita orang-orang dewasa akan menangis jika bahagia. Jadi, jika kita menangis tak selalu tanda kalau sedang sedih,” jelas Nania penuh pengertian. “Oh, begitu, ya?” Sean mengangguk tersenyum.
9.331.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 903 kali sebagai nanti nangis
Baca
+Pustaka
Mantan Posesif

Mantan Posesif

Rasanya masih sesak aja, gue masih pengen nangis ngeluarin emosi. Segala macam gue lakuian. scroll I*******m, tiktok, F******k, nonton Utube, tapi tetap aja pikiran gue gak fokus. Rasanya pengen nangis lagi. Namun gue berusaha nahan, karena kalau malam ini nangis, bisa-bisa besok pagi mata gue sembab dan Winanta jadi terlalu percaya diri kalau gue nangisin dia semalaman. Akhirnya gue pilih tidur sambil dengerin musik.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai nanti nangis
Baca
+Pustaka
Terbelenggu Takdir

Terbelenggu Takdir

kemudian Natya tertawa pelan. "Santai aja. Nangis itu juga bagian dari proses pendewasaan. Bahkan menurut Ilmu Psikologis, nangis itu bisa ngelepasin hormon endorfin buat ngurangin rasa sakit secara alami. Jadi kamu enggak perlu merasa bersalah, karena orang yang nangis sebagai bentuk luapan emosi itu adalah orang yang kuat secara mental dan fisik. Bahkan nih ya, pandangan medis juga bilang kalau nangis bisa meminimalisir tekanan darah dan denyut jantung yang nantinya bakal mencegah kita dari penyakit yang berbahaya." "Jadi mending nangis terus gitu, ya?"
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai nanti nangis
Baca
+Pustaka
Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga

Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga

Aku benar-benar sendirian. Rasanya pengen nangis. ***
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai nanti nangis
Baca
+Pustaka
Hati Sang Bayangan

Hati Sang Bayangan

𝙈𝙤𝙢 <3: 𝙏𝙤𝙡𝙤𝙣𝙜 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙞 𝙄𝙗𝙪 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙃𝙖𝙣𝙣𝙖𝙝: 𝙆𝙖𝙠, 𝙖𝙥𝙖 𝙥𝙖𝙨𝙨𝙬𝙤𝙧𝙙 𝙡𝙖𝙥𝙩𝙤𝙥𝙢𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙨𝙞𝙣𝙞?
886 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai nanti nangis
Baca
+Pustaka
Luka yang Disembunyikan Istriku

Luka yang Disembunyikan Istriku

"Maafin Mama, Nak. Maafin Mama." Aku menggelengkan kepala. Sejak tadi melihat tingkah laku Ani yang menyebalkan itu. Tidak suka dengan wanita seperti Ani. Terlalu lemah. Dasar wanita tidak berguna. "Kamu kenapa lagi nangis? Cengeng banget." Aku membuka pintu kamar, dia menoleh. Tampak terkejut, langsung mengusap pipinya. "Ngapain di sini?" tanyanya dengan suara serak. Ani tampal berusaha bersikap biasa saja, sementara aku mendengkus kesal, dasar wanita.
1049.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai nanti nangis
Baca
+Pustaka
PELAKOR KAPOK

PELAKOR KAPOK

"Maaf, Sar salah emot. Aturan nangis bukan tawa." "Agh, lo mah nyebelin. Kesini buruan bantuin gue olesin obat pendingin! Badan gue merah-merah pada perih. Mulut gue juga jontor, sakit semua ni! Rambut di kuyel-kuyel. Abis gue babak belur," tulisnya sambil disertai emot nangis. Kasian deh lo, Sar. Segera mungkin aku pergi ke kosan Sari. Baru kemaren dia memaki aku bodoh mau dijadiin babu, eh dia malah di labrak abis-abisan. Kasian amat. *****
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai nanti nangis
Baca
+Pustaka
Sandal Putus

Sandal Putus

PoV Oki Fariani “Mama mohon Nak, jangan menangis lagi! Jangan menangis, tolooong!” Aku berbisik sambil merintih, memohon dengan amat sangat pada Bayu yang terus menangis di tengah malam ini. Mataku sudah sembab, bengkak karena air mata yang terus merembes.
7.38.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai nanti nangis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status