Istri yang Tak Diinginkan
Lagi-lagi Malik tertawa, kemudian mengambil piring apel yang tadi sempat dia taruh di kursi taman, tak jauh dari mereka, kemudian memasukkan potongan buah itu ke mulutnya.
“Aku juga ‘kan belajar, Kim. Makanya bisa baca. Kamu udah bisa baca emangnya?”
“Bisa dong!” aku Kimberly jemawa.
Malik mencari sesuatu di sekitarnya, lalu ia menunjuk sebuah kantong bergambar kelinci di depannya, yang terletak tak jauh dari kandang kelinci. “Ini tulisannya apa?”
Kimberly mengeja, “W-e-s-t-e-r-n T-i-m-o-t-h-y H-a-y.”