Dosenku, Musuhku, Suamiku
Senyumnya begitu cerah, begitu lepas, sampai-sampai matanya ikut menyipit karena bahagia.
Giorgio, yang duduk di seberangnya, menyaksikan perubahan itu. Senyum tulus Vivi, yang tidak ia dapatkan setelah memasak selama satu jam, kini didapatkannya dari sebungkus nasi goreng lima belas ribuan.
“Nah,” kata Vivi, suaranya dipenuhi kepuasan. “Ini baru namanya nasi goreng.”
Giorgio menggeleng pelan, seulas senyum lega akhirnya muncul. “Ternyata seleramu memang rumit, Vi.”
ตอนยอดนิยม