Aku, istri kedua
**
“Aisyah, nama yang cantik seperti parasnya. Namanya indah, seperti nama istri Rasullullah. Sayang sifatnya terlalu buruk dari syariat Islam.”
“Wanita seperti itu lebih baik kita cambuk 100 kali dan kita asingkan.”
“Perempuan hina, perempuan kotor.”
“Bukan, aku bukan wanita seperti itu.” Aku duduk menyandarkan tubuhku di dinding kayu tua itu, tanganku ku telungkupkan ke dua Indra pendengaran ku. Menahan suara-suara yang begitu menyakitkan.
________