Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Luka Sang Bidadari

Luka Sang Bidadari

Semua orang sudah berkumpul di meja makan, menunggu Alina dan juga Nasya Nasya pun duduk di samping Alina sedangkan Devan duduk di samping Aisyah dan juga Alina. "Devan, ini aku buatkan udang saus padang kesukaan kamu ingatkan kamu waktu kecil kamu sering banget minta buatin ini sampai ibu. "Ucapan Alina sembari menyodorkan masakan buatannya dan juga ibu asih. "Aku tidak suka udang Alina, aku malah justru alergi udang. "Jawab Devan mengejutkan Alina dan juga Nasya.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 391 kali sebagai ngubak-ubak banyu bening
Baca
+Pustaka
PDKT di Sarang Monster

PDKT di Sarang Monster

Saat sinar itu mereda, wajahnya tampak begitu takjub, di hadapannya tersaji hidangan yang baru saja turun dari langit. "Sayur bening tanpa garam!" teriak Pak Badar lantang, menunjuk piring pertama dilanjutkan piring-piring yang lain. "Nasi merah tanpa pewangi! Tempe kukus tawar! Pepes tahu tanpa micin! Rebusan labu siam! Air putih suhu ruangan! Dan ..." Pak Badar menjeda sejenak untuk efek dramatis, "Satu potong utuh ayam ungkep!"
865 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai ngubak-ubak banyu bening
Baca
+Pustaka
Binar Kalbu

Binar Kalbu

Hanya perlu waktu dua bulan untuk seorang Abbian meluluhkan hati Rine yang sekeras karang di lautan. Makan malam seorang diri terasa begitu hambar bagi Rine. Satu-satunya asisten rumah tangga, Bi Jum namanya, juga sudah pamit pulang sehingga menyisakan kesepian. Suara denting sendok yang beradu dengan piring menjadi musik yang meramaikan. Dia hendak menghubungi Abbian, tetapi egonya menahan itu. Cewek dengan kaus oblong dan celana pendek itu enggan ketergantungan kepada siapa pun dengan alasan apa pun. Terpaksa, dia menikmati sepiring nasi dengan lauk ayam goreng dan sambal terasi seorang diri. Sesendok demi sesendok nasi mulai dikunyah walau teramat pelan. Selera makannya selalu menguap ket
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai ngubak-ubak banyu bening
Baca
+Pustaka
Istriku Bilang Terserah. Yasudah, Suka-suka Aku

Istriku Bilang Terserah. Yasudah, Suka-suka Aku

Tanyaku lagi, yang saat itu mengambil satu ubi goreng bumbu, yang rasanya tak pernah berubah sejak pertama kali aku datang dan mencobanya. "Benangnya sih biasa, Dit! Tapi, ini murni teknik sama pengalaman." Jawab Babe Gani, "Kamu tau gak, Dit. Itu Haji Sobri, narik ikan gurami aja minta bantuin." "Hadeh... Padahal, gedenya cuma dua tapak tangan doang..." "Di laut, ada ikan gurami Be?" "Gak ada ya?" Balasnya bertanya, lalu... "Tapi, pas naik, kok mirip Gurame?"
942 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai ngubak-ubak banyu bening
Baca
+Pustaka
Janda Kembang Pujaan Hati Mas Lurah

Janda Kembang Pujaan Hati Mas Lurah

“Mas…Maaf…. Saya gak sengaja” Namun, gerakan panik itu justru membawa jemari kecil Bening mendarat dan menekan tepat di atas pusaka Banyu di balik ritsleting celananya. "Mbak..." Suara Banyu mendadak berubah menjadi geraman rendah yang sangat berat. Set!
9.99.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai ngubak-ubak banyu bening
Baca
+Pustaka
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

Mereka adalah Minak Hijau, Tuba Lilin dan Pancah Ungu. Tuba Lilin memiliki perawakan tinggi besar, berkepala botak dengan otot-otot yang menonjol keras. Minak Hijau adalah remaja dengan tampang seorang pemikir namun dengan paras wajah yang terbilang rupawan. Gerak sikapnya lembut dan penuh perhitungan. Sedangkan Pancah Ungu, sosok pendiam yang misterius. Sangat berbeda dengan Margo, teman masa kecil Sunan Zunungga yang sedikit humoris nan ceriwis. Sementara Nanzu sendiri, sosok remaja dengan pembawaan seperti air. Mengalir lembut namun kadangkala mengarus deras. Berbagai karakter dan sifat berbeda yang dipersatukan dalam bilik yang sama dengan tujuan yang sama.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai ngubak-ubak banyu bening
Baca
+Pustaka
Dipaksa Nikah

Dipaksa Nikah

Pekiknya. Hadeh… manusia kerempeng bernama Lea sekarang sudah gelandotan macam ubur-ubur dengan tentakelnya di tangan Ben. Salah ngomong, eyke…senjata makan tanaman kalau begini. Baru ngeledek Ben jadi sepupu kalau di luar apartemen, udah dapat bala macam begini! Aku mengikuti Ben yang sudah terlilit tentakel ubur-ubur beracun langka dari purbakala bernama Leanikus bau kakus, mereka berjalan menuju ruangan khusus milik Ben.
1021.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 758 kali sebagai ngubak-ubak banyu bening
Baca
+Pustaka
JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

cecar Eyang. Sementara mataku masih beradu dengan hadirnya Bibi Lija. Ia terduduk sambil sibuk menyodorkan kresek bening. Aku melirik isinya, isinya gorengan ubi. Ubi. Ubi berasal daun singkong yang ia selalu masak dengan masakan buntil. "Iya, Yang. Abis ketemu anjing gila di jalan, sendal Imel diambil."
1022.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 773 kali sebagai ngubak-ubak banyu bening
Baca
+Pustaka
Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Sayuran Puncak Gunung Abadi—sayuran langka yang hanya tumbuh di puncak gunung tertinggi yang dipenuhi energi spiritual—dimasak dengan minyak spiritual hingga renyah di luar namun lembut di dalam—memberikan efek detoksifikasi dan memperkuat organ dalam. Dan di setiap meja, terdapat botol-botol Wine Embun Bintang Abadi—wine spiritual yang terbuat dari embun yang dikumpulkan dari daun spiritual di bawah cahaya bintang selama ribuan malam, rasanya manis dengan sedikit rasa pahit yang menyegarkan, memberikan efek menenangkan pikiran dan memperkuat jiwa. Seluruh aula dipenuhi dengan aroma yang sangat menggugah selera, campuran dari daging panggang, sup hangat, dan wine yang harum.
1081.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai ngubak-ubak banyu bening
Baca
+Pustaka
IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU 1 "Bu, itu botol susunya dicuci yang bersih, ya. Jangan sampai ada bekas susu yang tertinggal. Jangan lupa setelah itu masukin ke sterilizer. Pastikan airnya pas. Jangan sampai rusak alatnya. Satu lagi, baju Alesha dan Fikri jangan cuci pake mesin. Pake tangan saja. Nanti, baju anak-anak rusak!" Seru Mbak Ulya sambil merapikan dandanannya yang sebenarnya sudah rapi. Tanpa menoleh pada Ibu.
1029.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 753 kali sebagai ngubak-ubak banyu bening
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status