TERPAKSA MEMBIAYAI PESTA PERNIKAHAN ADIKKU
Mas Nat berbicara dengan santainya kepada Mas Bagas lewat ponselku.
“Oh, gitu. Maaf ya, ini aku calon suaminya, Nathan. Kita lagi di perjalanan. Bisa nggak, neleponnya nanti aja? Kasihan Agni baru balik kerja dan kelihatan lagi penat banget soalnya,” lanjut Mas Nat sambil memegang ponsel dengan tangan kirinya.
“Oke, sekali lagi aku minta maaf, ya. Thank you, Bagas.”