Setitik Nila
“Laper.”
Atika terkekeh. Kembali memegang perut Nila dan merasakan sebuah tendangan keras dari dalam sana. “Oke, oke. Sabar sebentar, ya.”
“Mas, kami udahan lihat-lihatnya,” ujar Mila pada sales yang mendampingi mereka. “Nanti urusan selanjutnya, bisa sama orang dalamnya Ibu Atika, ya.”
“Milaaa!” Nila langsung mencapit bibir saudaranya dengan gemas. “Mulut kamu ini, ya!”
Bab Populer