Diam-Diam Menikmati
ucapnya sebelum akhirnya melanjutkan langkahnya dan menghilang dari pandangan Luna.
Luna menghela nafas dalam, mencoba menenangkan diri. Tapi tiba-tiba, ia melihat Nico turun dari tangga. Tatapan dingin remaja itu seperti pisau yang siap menyayat Luna. Nico menenteng tas di bahunya, wajahnya masih dipenuhi dengan sikap acuh tak acuh. Dengan kasar, ia meletakkan tasnya di atas meja makan, lalu berdiri tegap di depan Luna, tubuhnya yang tinggi menjulang membuat Luna harus mendongak untuk menatapnya.
"Jangan senang dulu," ucap Nico, suaranya penuh ancaman. "Kau tidak akan selamat dariku."
Hot Chapters