Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
NEVER ENOUGH

NEVER ENOUGH

Satu pesan yang selalu Hana ingat dari Yasmine. Setelah warna biru terang hari ini Devan terlihat dengan warna rambut hijau? Tidak tahu detail warnanya intinya sebangsa hijau antara gelap dan terang, menyulitkan mendeskripsikannya. Tapi tidak mengurangi kadar tampannya. Devan bersidekap bersandar pada dinding menunggu Nazwa memotret dirinya dengan muka konyol kemudian sadar bahwa ada Hana dan Yasmine yang melihat tingkah mereka dari kejauhan.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as nightmare sans
Read
+Library
Without You

Without You

Berkali-kali remaja itu mengetuk pintu kamar mandi sembari menyerukan nama Erland, tapi tak juga terdengar jawaban selain bunyi keran air yang menyala bersahutan dengan suara orang muntah. Reina diberitahu bundanya kalau di sini justru Erland yang mengalami sindrom orang hamil termasuk di dalamnya morning sickness, ngidam, sensitif atau bahkan yang lainnya, bukan Renata. Jujur saja Reina sedih melihat kakaknya begitu. Walaupun Erland jahil, Reina tetap menyayangi Erland. Ketika pintu kamar mandi dibuka, sosok Erland muncul dengan napas yang memburu dan terdengar sedikit berat. Reina segera bertanya, "Aa baik-baik aja 'kan?"
2.6K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as nightmare sans
Read
+Library
Unspeakable Time

Unspeakable Time

Dia makan, minum, tidur, tertawa dan menangis di dunia novel ini. Dan menyimpulkan dengan sesederhana itu sungguh membuatnya hampa, karena bagi Serish, dunia ini nyata. Senyata rasa sakit dalam ingatannya ketika dia mati di kehidupan terdahulunya. Serish memejamkan mata dengan kuat. Kepalanya kembali berdenyut nyeri saat ingatan lain muncul. Novel itu berjudul Appocalypse Roses.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as nightmare sans
Read
+Library
Setelah Malam Itu

Setelah Malam Itu

Nelson yang begitu marah memutuskan untuk pergi menjauh. Ketika matanya terbuka, Glenn Romanov mendapati diri yang bangun kesiangan. Anehnya konglomerat menawan itu tidak terkejut. Dia masih betah berbaring di ranjang kusut yang menjadi saksi biksu di mana hampir semalaman dia menguras energi.
9.8263.0K viewsCompletedAdded to Library 7.6K Times as nightmare sans
Read
+Library
Sweet Dreams

Sweet Dreams

"Selamat malam, Nyonya Rayyan. Seseorang sedang menunggu anda. Ikuti rute ini hingga mengarah langsung padanya." Gea mengedarkan pandangan pada sosok wanita yang tidak terlihat. "Kenapa malah mengerikan." Gea memegang tengkuknya yang mulai meremang. Walaupun begitu, rasa penasaran membawa langkah kakinya tetap menelusuri tempat tersebut hingga sampai pada seseorang yang dimaksud. Tiba-tiba lampu padam, tempat menjadi gelap. Gea langsung takut dengan keringat dingin, tetapi cahaya di depan mata telah mengalahkan rasa takutnya, berganti dengan rasa penasaran.
9.889.8K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as nightmare sans
Read
+Library
Sang Penguasa Dunia Mafia

Sang Penguasa Dunia Mafia

Suara itu terdengar di telinganya, berbisik, tapi bergema di setiap sudut pikirannya. Tiba-tiba, dari kegelapan, sosok itu muncul. Dirinya sendiri—atau lebih tepatnya, sisi tergelapnya. Devil Nightmare berdiri di hadapannya, dengan mata heterochromia sektorial violet yang berkilau seperti permata neraka. Aura hitam pekat membungkus tubuhnya, menyelimuti tubuh yang tampak lebih besar, lebih kuat, dan jauh lebih mengintimidasi dari Althalan yang sekarang.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 22 Times as nightmare sans
Read
+Library
Taring Emas Sang Alpha

Taring Emas Sang Alpha

“Dia baru saja siuman! Pukulanmu bisa membuat kondisinya kembali buruk!” “Dia pantas mendapatkannya,” geram Solvatar rendah. Suaranya bukan lagi suara manusia, melainkan geraman predator yang teritorinya baru saja diinjak. Sepasang netranya berkilat keemasan dalam temaram kamar, menatap tajam ke arah Nachtmar yang kini bersandar di kaki ranjang. Nachtmar menghapus darah di sudut bibirnya dengan punggung tangan, lalu mendengkus pelan. Sebuah senyuman miring yang provokatif terukir di wajah pucatnya.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 23 Times as nightmare sans
Read
+Library
Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Dengan sikap yang tenang dan sopan seperti seorang bangsawan kuno Inggris, pria bertopeng Plague Doctor itu menjawab, "Ingatlah, namaku Nightmare, penyebar mimpi buruk ..." Pisces merasakan getaran ketakutan menghantam tubuhnya saat mendengar nama itu. Ia bisa merasakan aura misterius yang menyelimuti sosok Nightmare, membuatnya merinding. Dengan hati yang berdebar, Pisces bertanya lebih lanjut, "Dan mengapa ... mengapa kau membunuhku?"
1043.1K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as nightmare sans
Read
+Library
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Dia menuangkan dua gelas alkohol untuk dirinya sendiri, lalu mengeluarkan sebotol pil tidur dan menelan semuanya. Matahari terbenam di kejauhan terlihat sangat indah. Sebelum kesadaran terakhirnya memudar, Christopher menempelkan wajahnya dengan erat pada fotoku, seperti yang pernah dia janjikan padaku.
6.1K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as nightmare sans
Read
+Library
My First Night

My First Night

Kini hanya remang cahaya dari lampu temaram di sisi ranjang yang menerangi kamar ini. Lelah yang hinggap di sekujur badan membuat mata ini terasa berat. Setelahnya, aku merasa gelap dan tak bisa melihat apa-apa lagi. Iya lah, gelap. 'kan merem. * Samar bayangan tengah mengotak-atik bagian tubuhku. Apa ini mimpi? Apa lagi mataku belum melebar sempurna. Sedang apa sosok itu? Apa jangan-jangan dia hantu? Hih! Serem!
107.3K viewsOngoingAdded to Library 174 Times as nightmare sans
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status