Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ranjau Cinta di Ranjang Mafia

Ranjau Cinta di Ranjang Mafia

Renzo menghilangkan keheningan. Yang terdengar hanya bunyi alat masak yang bersenggolan dengan top table atau kompor. "Bentar lagi kelar..." Viona memastikan kalau bumbu sudah merata dan telur setengah matang. Ia mengambil mangkuk besar dan menuangkan isi ramen itu ke dalamnya. "Kenapa tidak makan langsung saja dari pancinya?" Tanya Renzo. "Aku bukan orang Korea dan bagiku itu tidak memenuhi standar makanku!" Serunya ketus.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as noko ramen
Read
+Library
Tiba-tiba Menikah Dengan Mantan

Tiba-tiba Menikah Dengan Mantan

jawab Raka sambil tertawa, membuat Nayara melempar bantal kecil ke arahnya. Mereka menghabiskan pagi dengan sarapan khas Jepang yang disiapkan pemilik ryokan—ikan panggang, nasi putih, miso soup, dan sayur-sayuran fermentasi. Nayara yang biasanya hanya makan roti bakar pun mencoba semuanya, dan ekspresi kagetnya saat mencoba natto membuat Raka tertawa sampai hampir tersedak teh. “Ini makanan apa sih, kenapa kayak lem tikus?” katanya dengan wajah memelas.
2.1K viewsCompletedAdded to Library 71 Times as noko ramen
Read
+Library
Dandelion, Wish, and Wind

Dandelion, Wish, and Wind

Tempat itu menurut penjelasan Yuki cukup terkenal meskipun terletak di pojok jalan. “Yosh, kita sampai,” ucap Yuki. “Eh, g-gomen,” gagapnya lalu melepaskan tangan Izumi yang sedari tadi digandengnya secara tak sadar. Samar-samar rona merah muncul di pipi gadis itu. Yuki setelah itu mengajak Izumi masuk. Sampai di dalam ternyata tempat itu lumayan ramai. Hampir semua tempat duduk terisi penuh oleh pengunjung. Keduanya lalu melangkah menuju tempat duduk yang masih kosong. Tak lama setelah duduk seorang pelayan datang untuk mencatat ramen pesanan mereka. Yuki dan Izumi masing-masing memesan kurume ramen dan tonkotsu ramen—minus toping daun bawang untuk ramen pesanan Izumi. Sembari menunggu rame
104.8K viewsOngoingAdded to Library 157 Times as noko ramen
Read
+Library
Red in Us

Red in Us

Dan sampai saat ini baginya sarapan yang benar bukanlah mi, apalagi ramen. Ya, tapi Rabu hampir selalu tak berdaya bila berurusan dengan keinginan Katha yang tidak terlalu menyimpang itu. Mereka akhirnya menuju Kappsu Yama, salah satu tempat ramen yang memang sebelumnya menjadi tujuan mereka. “Gitu tadi lo bilang mau nambah,” goda Rabu. Katha menempelkan jari telunjuknya di depan bibir. “Shtt, jangan keras-keras.”
1018.4K viewsCompletedAdded to Library 644 Times as noko ramen
Read
+Library
Ranjang Ternoda

Ranjang Ternoda

“Sambil nyuapi anak tuh, makan. Jangan mengosongkan perut, makanlah dari pagi gak makan.” Reina mengangguk, “Iya, nanti saja.” Ah, untuk kesekian hari yang diharapkan Reina. Akhirnya Karan memperhatikan dirinya, tapi sikap diam Karan membuat Reina ragu untuk berinteraksi dengannya. Hanya kata itu, tapi kemudian Karan mengulang kembali. “Makanlah, jangan dibiasakan mengosongkan perut. Sudah tahu memiliki asam lambung,”
103.9K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as noko ramen
Read
+Library
Mencintai Memori Terkelam

Mencintai Memori Terkelam

tanya Seika kembali walaupun ia sangat selera ketika mencium bau harum dari ramen tersebut. “Tidak apa-apa, aku sudah makan tadi” Michio mengangguk. “Wah, baunya enak” ujar Kenichi yang masuk ke dalam ruang washitsu. “Michio hanya memberikannya kepadaku” ujar Seika sembari menjauhkan mangkuk ramen dari Kenichi. “Hidoi, aku juga mau” ujar Kenichi merajuk. “Maaf kumicho-san, aku hanya membawa pulang satu mangkuk, kalau saja aku tahu kumicho-san juga mau…” ujar Michio merasa bersalah.
105.5K viewsOngoingAdded to Library 185 Times as noko ramen
Read
+Library
Tetangga Manisku

Tetangga Manisku

Erick langsung duduk di kursi yang tersedia di tepi kolam renang dan menerima mangku ramen dari Nana. "Ada banyak bahan, tapi aku rasa cuma ramen saja yang bisa dimasak dengan cepat." Nana tersenyum sembari menuangkan air mineral ke dalam gelas berkaki dan meletakkannya di depan Erick. "Paling pas ini. Habis berenang, makan ramen dan ngopi." Erick mengacungkan jempolnya. Nana tertawa dan mengambil mangkok ramennya. Bersama-sama mereka menikmati ramen di tepi kolam renang di bawah sinar bulan purnama.
1015.6K viewsCompletedAdded to Library 390 Times as noko ramen
Read
+Library
Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat

“Baik, pesanan akan segera datang!” Wanita itu berbalik menuju dapur terbuka yang berada satu ruangan dengan tempat makan ini. Tak butuh waktu lama sampai akhirnya semangkuk ramen sedang diletakkan di atas meja Bella. Tak lupa minuman matcha dingin yang memang biasa Bella pesan. “Ini bonus tambahan untuk Nyonya pelanggan.” Pria paruh baya itu meletakkan sepiring gyoza hangat dan menggiurkan di meja Bella.
9.448.2K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as noko ramen
Read
+Library
Bisikan Dosa

Bisikan Dosa

"Ya, Alana. Apapun." "Yeayyyy! Kalau begitu... aku mau makan ramen!" Langkah Nero sempat terhenti sejenak di anak tangga tengah. Ia menoleh ke arah Alana dengan kening berkerut. "Ramen? Itu tidak bagus. Makan malam harus sehat dan bergizi, bukan penuh dengan natrium dan karbohidrat instan."
2.3K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as noko ramen
Read
+Library
CEO Tampan Itu Memaksaku Menjadi Aktris

CEO Tampan Itu Memaksaku Menjadi Aktris

Siang itu ketika mereka tidak memiliki kelas untuk dihadiri, Oryza mengajak Katarina pergi ke kantin. Oryza memesan dua menu yaitu ramen chicken katsu dan spesial tonkatsu yang merupakan menu istimewa hari itu. Dia mendatangi Katarina dan meletakkan mangkuk ramen tonkatsu di depan Katarina. “Apa ini Za?” Tanya Katarina bingung.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as noko ramen
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status