Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Namun tanpa berkata apa pun ia mengangkat tangannya memanggil pelayan yang berdiri di dekat dinding. Seorang pelayan segera mendekat. “Ada yang bisa dibantu, Pak Atlas?” “Di sini ada ramen?” tanya Atlas langsung tanpa basa-basi berlebih. Pelayan itu mengangguk. Jawaban yang membuat Atlas menoleh pada Aruna. “Pedas?” Aruna tersenyum kecil. “Extra pedas.” Atlas kembali pada pelayan itu. “Ramen extra pedasnya dua. Dengan tambahan telur setengah matang.”
103.5K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as noko ramen
Read
+Library
Ranjau Cinta di Ranjang Mafia

Ranjau Cinta di Ranjang Mafia

Renzo menghilangkan keheningan. Yang terdengar hanya bunyi alat masak yang bersenggolan dengan top table atau kompor. "Bentar lagi kelar..." Viona memastikan kalau bumbu sudah merata dan telur setengah matang. Ia mengambil mangkuk besar dan menuangkan isi ramen itu ke dalamnya. "Kenapa tidak makan langsung saja dari pancinya?" Tanya Renzo. "Aku bukan orang Korea dan bagiku itu tidak memenuhi standar makanku!" Serunya ketus.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 24 Times as noko ramen
Read
+Library
Tiba-tiba Menikah Dengan Mantan

Tiba-tiba Menikah Dengan Mantan

jawab Raka sambil tertawa, membuat Nayara melempar bantal kecil ke arahnya. Mereka menghabiskan pagi dengan sarapan khas Jepang yang disiapkan pemilik ryokan—ikan panggang, nasi putih, miso soup, dan sayur-sayuran fermentasi. Nayara yang biasanya hanya makan roti bakar pun mencoba semuanya, dan ekspresi kagetnya saat mencoba natto membuat Raka tertawa sampai hampir tersedak teh. “Ini makanan apa sih, kenapa kayak lem tikus?” katanya dengan wajah memelas.
1.8K viewsCompletedAdded to Library 62 Times as noko ramen
Read
+Library
Dandelion, Wish, and Wind

Dandelion, Wish, and Wind

Tempat itu menurut penjelasan Yuki cukup terkenal meskipun terletak di pojok jalan. “Yosh, kita sampai,” ucap Yuki. “Eh, g-gomen,” gagapnya lalu melepaskan tangan Izumi yang sedari tadi digandengnya secara tak sadar. Samar-samar rona merah muncul di pipi gadis itu. Yuki setelah itu mengajak Izumi masuk. Sampai di dalam ternyata tempat itu lumayan ramai. Hampir semua tempat duduk terisi penuh oleh pengunjung. Keduanya lalu melangkah menuju tempat duduk yang masih kosong. Tak lama setelah duduk seorang pelayan datang untuk mencatat ramen pesanan mereka. Yuki dan Izumi masing-masing memesan kurume ramen dan tonkotsu ramen—minus toping daun bawang untuk ramen pesanan Izumi. Sembari menunggu rame
104.6K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as noko ramen
Read
+Library
Red in Us

Red in Us

Dan sampai saat ini baginya sarapan yang benar bukanlah mi, apalagi ramen. Ya, tapi Rabu hampir selalu tak berdaya bila berurusan dengan keinginan Katha yang tidak terlalu menyimpang itu. Mereka akhirnya menuju Kappsu Yama, salah satu tempat ramen yang memang sebelumnya menjadi tujuan mereka. “Gitu tadi lo bilang mau nambah,” goda Rabu. Katha menempelkan jari telunjuknya di depan bibir. “Shtt, jangan keras-keras.”
1018.1K viewsCompletedAdded to Library 635 Times as noko ramen
Read
+Library
Istri Pengganti yang Tak Dicintai

Istri Pengganti yang Tak Dicintai

"Kamu selalu mengingatkanku tentang konsumsi gula yang katanya berlebih. Kamu sendiri, tepung-tepungan? Apa bedanya, Noura?" "Hehe, itu cuma selingan, Kenz. Aku sudah lama tidak memakan itu." "Bohong. Padahal baru kemarin aku lihat kamu juga menikmati mie ramen di salah satu restoran Jepang langganan kita." "Hah! Kapan? Di mana?" Noura terlihat terkejut. Ia sepertinya lupa pernah mengunjungi restoran Jepang kesukaannya.
1086.6K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as noko ramen
Read
+Library
Bukan Budak Nafsu Majikan

Bukan Budak Nafsu Majikan

Kucari restoran saja. ”Muka kamu kenapa merah, La?” Uhuk! Hampir saja aku tersedak kuah ramen pedas ini. Niko rupanya. ”Aku abis perawatan, Nik. Nanti tiga atau empat hari bakal baikan,” jawabku menjelaskan.
1028.0K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as noko ramen
Read
+Library
Ranjang Ternoda

Ranjang Ternoda

“Sambil nyuapi anak tuh, makan. Jangan mengosongkan perut, makanlah dari pagi gak makan.” Reina mengangguk, “Iya, nanti saja.” Ah, untuk kesekian hari yang diharapkan Reina. Akhirnya Karan memperhatikan dirinya, tapi sikap diam Karan membuat Reina ragu untuk berinteraksi dengannya. Hanya kata itu, tapi kemudian Karan mengulang kembali. “Makanlah, jangan dibiasakan mengosongkan perut. Sudah tahu memiliki asam lambung,”
103.7K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as noko ramen
Read
+Library
Mencintai Memori Terkelam

Mencintai Memori Terkelam

Okaeri nasai Michio” ujar Seika yang duduk di ruangan wahistu. “Tadaima anee-san. Ini untukmu anee-san” Michio memberikan plastik yang di jinjingnya. “Kore wa nan desu ka (apa ini) ?” tanya Seika antusias. “Ramen yang aku di berikan oleh anak pemilik toko ramen kepadaku” jelas Michio. “Tidak apa-apa aku memakannya?” tanya Seika kembali walaupun ia sangat selera ketika mencium bau harum dari ramen tersebut.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 180 Times as noko ramen
Read
+Library
Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat

“Baik, pesanan akan segera datang!” Wanita itu berbalik menuju dapur terbuka yang berada satu ruangan dengan tempat makan ini. Tak butuh waktu lama sampai akhirnya semangkuk ramen sedang diletakkan di atas meja Bella. Tak lupa minuman matcha dingin yang memang biasa Bella pesan. “Ini bonus tambahan untuk Nyonya pelanggan.” Pria paruh baya itu meletakkan sepiring gyoza hangat dan menggiurkan di meja Bella.
9.447.8K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as noko ramen
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status