Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menjadi Istri Milyuner

Menjadi Istri Milyuner

"Nanti kamu bisa makan Ichiraku Ramen di sana. Asik kok pokoknya!" "Nah, kalo urusan kuliner aku demen nih." Edwin meralat rasa antusiasmenya pada desanya Naruto. "Terus nanti di dua malam terakhir kalian akan menginap di onsen yang punya private outdoor pool. Biar ngerasain rasanya mandi di alam bebas kayak di anime-anime gitu." jelas Irza lebih lengkap. Bibir Edwin melengkung penuh makna, "Mantep deh hadiahmu. Tau aja yang dibutuhin penganten baru. Padahal kamunya sendiri masi jomblo ting-ting."
1012.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 494 kali sebagai noko ramen
Baca
+Pustaka
Primadonaku

Primadonaku

Niken tersenyum, senang hatinya kalau apa yang diupayakan cocok dengan selera perempuan yang sudah memberinya tumpangan itu. "Alhamdulillah kalau Ibu suka, mari, Bu ini nasi tim ayam campur potongan wortel dan kacang polong untuk stamina," Niken meletakkan natim tim yang masih hangat di atas meja. "Wah bukan cuma sehat tapi Ibu nambah berat badan karena masakanmu, Soraya," tersenyum Yuma. "Ayo duduk, Bu," setelah mengisi air putih ke gelas Niken menarik kursi untuk Yuma duduk.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai noko ramen
Baca
+Pustaka
Pelayan Cantik Sang Presdir

Pelayan Cantik Sang Presdir

tanya Serena ketika mereka sudah duduk di sebuah bilik bergaya interior Jepang. "Iya. Ada menu ramen juga. Rasanya otentik." Max tersenyum, bangga dengan pilihannya yang sudah pasti akan mengesankan wanita itu. Serena mencondongkan badan mendekati Max. "Tapi, Tuan. Kalau cuma mau makan ramen saya punya rekomendasi tempat yang lebih terjangkau harga menunya," bisiknya. Ujung matanya melirik pelayan berpakaian tradisional Jepang yang masih berdiri di luar bilik, tengah menunggu pesanan yang akan mereka buat.
1023.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 495 kali sebagai noko ramen
Baca
+Pustaka
SUMMER TRIANGLE

SUMMER TRIANGLE

Tidak afdol rasanya jika sudah sampai Hokkaido tapi belum mencicipi ramen khas prefektur terbesar di Jepang ini. Mereka berdua masuk ke dalam restoran yang terlihat sederhana, hanya ada beberapa meja dan kursi yang ditata rapih sehingga tidak menimbulkan kesan sempit. Dua chef ramen yang sudah berumur menyambut mereka dengan senyuman yang begitu hangat lalu menawari Altair dan Aquila beberapa menu andalan kedai itu begitu keduanya sudah duduk di meja panjang tepat menghadap chef itu. Baik Altair dan Aquila memilih Sapporo Ramen dengan irisan daging sapi.
5.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai noko ramen
Baca
+Pustaka
MENJADI ORANG KEDUA

MENJADI ORANG KEDUA

Sapaan hangat dan perlakuan ramah jadi hal pertama saat aku, Nora dan Toro masuk ke dalam lestoran yang khusus menyajikan makanan khas negeri sakura. Tapi, kami terpaksa memesan makanan terlebih dulu karena orang yang mentraktir kami datang telat dan meminta dipesankan satu set tamagoyaki sushi dan karaage spicy. "Ramen disini paling juara, Run." Nora memakan lembaran nori yang sebagiannya sudah terendam kuah ramen. "Nih belut buat bumil," sementara Toro meletakkan sushi dengan potongan belut bakar di bagian atasnya yang diikat nori pada piring kecilku.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai noko ramen
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Dosen Dingin

Istri Kedua Dosen Dingin

Isi bensin dulu,' batin Lala. "Kayaknya gak jadi dibungkus deh, Mbak. Asam lambung teman saya langsung sembuh begitu lihat ramen, hehe." sindir Nolan. Tangannya menurunkan mangkok ramen dan gelas dari nampan itu. Mi terus menjulur dari mangkuk ramen. Keringat mengucur dari wajah Lala. Meski begitu, dia tetap semangat menggerakkan sumpit. Seolah sudah tidak makan setahun lebih.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai noko ramen
Baca
+Pustaka
Under The Skies of Yokohama

Under The Skies of Yokohama

Izumi meraih daftar menu yang ada di depannya, ia mencari menu dengan harga paling murah. “Kurume Ramen dua, dan ocha dingin dua.” Kenichi mengatakan itu pada pelayan bahkan sebelum Izumi memutuskan akan memesan menu apa. Gadis itu menatap Kenichi dengan tatapan ingin membunuh. “Topping babi gorengnya sangat enak, aku yakin kau tidak akan menyesal.” Kata Kenichi yang sama sekali tidak bisa meredam kekesalan Izumi. Otak gadis itu menghitung pengeluaran yang harus ia keluarkan. Ia menahan untuk tidak mendengus kesal setelah mengetahui ia harus membayar seharga biaya makannya dalam dua hari.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai noko ramen
Baca
+Pustaka
Pembalasan Sang Dokter Jenius

Pembalasan Sang Dokter Jenius

Saat melihat sebuah warteg kecil, Joko masuk ke dalamnya. "Ayo, Nak, masuk! Silakan duduk!" sambut ibu pemilik warung dengan suara ramah dan penuh semangat. Ia bergegas mengambil lap dan mengelap meja yang sebenarnya sudah bersih. "Mau makan apa, Nak? Pilih saja, semuanya baru matang." Joko meletakkan ranselnya dan menunjuk beberapa lauk di etalase. "Nasi rames, Bu. Pakai orek tempe, tumis kangkung, sama ayam goreng."
1020.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 407 kali sebagai noko ramen
Baca
+Pustaka
Aku Malah Nikah dengan CEO Judes

Aku Malah Nikah dengan CEO Judes

"Oke, nggak masalah! Kamu suka makan apa?" "Apa saja, kamu pilih saja." "Nggak apa-apa!" "Kamu suka makan apa?" tanya ​​Cherry. "Ramen," kata Doni dengan antusias, "Ada kedai makanan di jalan menuju Grup Kusmoyo. Ramen di sana paling enak!" ... Cherry merasakan gelombang depresi mengalir langsung ke dahinya. Kamu akan mentraktirku makan ramen di pinggir jalan? Kamu masih tidak tahu malu mengatakannya?
9.457.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai noko ramen
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status