ASI Untuk Putra Sang CEO
Annida dengan cepat menyeka air mata yang mengalir di pipinya.
"Duduk, Bude!" Jawab Annida dengan suara serak.
"Annida, bapak dan ibu bukan ingin kasar pada Nida. Hanya saja keadaan mereka saat ini benar-benar tak berdaya. Coba bayangkan kalau Annida ada di posisi ibu, Nak. Tanpa uang pegangan, tanpa tabungan? Wajar jika ibu dan Bapak menyuruh Annida mencari kerja. Selain untuk membantu mereka, Annida juga bisa mengaplikasikan ilmu yang Annida dapat di kampus di kehidupan nyata, Nak. Annida juga bisa beli barang, makanan dengan gaji yang Annida hasilkan sendiri," Ratmi memberikan nasehatnya dengan lembut. Sementara Annida sedang meresapi ucapan tantenya itu.