Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tiada Hidup Tanpa Sistem

Tiada Hidup Tanpa Sistem

Dia menoleh ke segala arah, mencari-cari siapa yang berbicara. [Saya adalah sistem. Saya telah menyatu dengan tubuh Anda, dan layar hologram yang muncul di hadapan Anda itu adalah salah satu bagian dari sistem, dan hanya Anda yang dapat melihatnya. Dan suara saya yang Anda dengar ini juga hanya Anda yang dapat mendengarnya.] “Apakah ini mimpi?” [Ini nyata, Anda benar-benar telah menyatu dengan sistem, dan mulai saat ini, sistem akan menemani perjalanan hidup Anda.]
108.6K viewsCompletedAdded to Library 258 Times as nothing is real everything is permitted
Read
+Library
Legenda Tongkat Semesta

Legenda Tongkat Semesta

“Semua yang ada berawal dari ketiadaan.” “Memahami diri adalah memahami semesta.” “Aku harus bisa merelakan apa yang ada di sekitarku, melindunginya adalah sebuah keharusan, tetapi yang ada akan tetap tiada karena sejatinya mereka fana, maka relakanlah.” “Semua yang ada berawal dari ketiadaan.” “Tiada hitam dan putih, yang ada hanyalah keseimbangan.” “Hitam artinya ketiadaan, sedang putih memiliki makna wujud. Dengan memahami itu, aku akan dapat melihat wujud yang tiada, dan meniadakan yang ada.”
1013.3K viewsCompletedAdded to Library 506 Times as nothing is real everything is permitted
Read
+Library
Aku Seorang Jenius Super

Aku Seorang Jenius Super

Itu adalah perasaan aneh, yang tidak bisa digambarkan sepenuhnya dengan kata-kata. Syarat terendah untuk menyentuh Law of Nothingness adalah mengalami hidup dan mati dan melintasi waktu dan ruang. Ini berarti bahwa seseorang harus mati dan terlahir kembali, melakukan perjalanan melalui waktu dan ruang, sebelum mereka bahkan bisa mulai menyentuh Law of Nothingness. Bahkan saat itu, mereka tidak akan pernah bisa sepenuhnya menguasai hukum itu tanpa Sacred Body of Nothingness.
104.1K viewsCompletedAdded to Library 85 Times as nothing is real everything is permitted
Read
+Library
Hello, Real Life

Hello, Real Life

Peraturan permainan Gunakan lilin sebagai pencahayaan, kalian boleh mematikan dan menyalakannya kembali. Piring kertas hanya sebagai pelindung agar tangan kalian tidak terbakar oleh lelehan lilin. Kalian harus mencari kunci di dalam sekolah ini. Jangan percaya pada siapapun. Jangan menggunakan ponsel kecuali untuk melihat jam. Kalian boleh menyakiti satu sama lain. Berjalan dengan cahaya, berbicara dalam gelap.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 148 Times as nothing is real everything is permitted
Read
+Library
Saat Tuan Duda Memegang Rahasiaku

Saat Tuan Duda Memegang Rahasiaku

Melainkan… realitas yang belum memiliki aturan. Dan dari dalam realitas baru itu— sebuah suara muncul perlahan. Lembut. Namun penuh makna. Yang langsung membuat bahkan sosok itu… terdiam. “Kalian akhirnya memilih untuk tidak menjadi apa pun…” Suara itu berkata. Lalu berhenti sejenak. “…jadi sekarang, izinkan aku menunjukkan apa yang terjadi… ketika sesuatu yang tidak pernah ada… mencoba untuk lahir.”
101.9K viewsCompletedAdded to Library 49 Times as nothing is real everything is permitted
Read
+Library
TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU (Aku Tidak Terdaftar di Acara Piknik RT) "Saya tidak akan mengajukan pertanyaan mau atau tidak atas keinginan saya tersebut pada kamu, Siti. Tapi saya mohon, beri kesempatan untuk Aarav mengenal kamu lebih." "Maaf, Pak. Saya belum ada keinginan membuka hati untuk pria manapun. Saat ini mau fokus kerja, membahagiakan anak dan juga orang tua."
108.7K viewsCompletedAdded to Library 285 Times as nothing is real everything is permitted
Read
+Library
Pelangkah Tanpa Syarat

Pelangkah Tanpa Syarat

Lalu, dua pria itu bicara di sana, tapi aku tidak bisa mendengar pembicaraan mereka. Aku segera mematikan telepon genggam agar Abid atau siapa pun tidak bisa menghubungiku. Aku ingin tenang dan tidur. Soal apa yang Mas Ragil katakan pada teman kuliahnya itu, aku bisa bertanya padanya besok. Hanya satu kata yang aku dengar cukup jelas dari suara Mas Ragil, saat dia berkata, “Jangan usik masa lalu, kalau tidak ingin masa lalu yang justru akan mengusik ketenanganmu!”
104.5K viewsCompletedAdded to Library 94 Times as nothing is real everything is permitted
Read
+Library
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Rakṣasa merentangkan tangannya lebar-lebar, "datanglah sang Nabi! Sang Pembuka Jalan! Dewa Maut!" "DEWA MAUT!" raung kerumunan, histeris. "Dia tidak datang untuk bernegosiasi," kata Rakṣasa, senyumnya melebar. "Dia tidak datang untuk berdebat. Dia datang dengan kebenaran absolut di ujung pedangnya! Kebenaran bahwa semua tatanan adalah ilusi. Bahwa penciptaan adalah awal dari pembusukan. Dan satu-satunya kemurnian... satu-satunya kebebasan sejati... adalah ketiadaan!"
102.8K viewsCompletedAdded to Library 107 Times as nothing is real everything is permitted
Read
+Library
Please Let Me

Please Let Me

Ia berharap seseorang yang menolongnya itu hanya merupakan orang dermawan yang identitasnya disembunyikan. “Benar,” ucap Reivant. Ia tersenyum bangga setelah mengucapkan hal itu. Ia pun bergerak maju sambil melanjutkan kalimatnya, “Untuk membalas budi, kau harus mematuhi permintaanku. Bagaimana?” “Tidak! Ambil saja semuanya jika kau begitu pamrih. Sejak awal aku memang ingin keluar dari sekolah ini,” ucap Vanilla.
3.9K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as nothing is real everything is permitted
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status