Air Mata Aruna
“Gimana masalah bulan madunya. Berapa kali laki elo naik?”
“Bulan madu.. sama aja seperti orang lain, enak dan rasanya dunia milik berdua. Susah dilukiskan sama kata-kata. Jadi kita lukiskan lewat sentuhan, hehehehe..,” cerita Aruna tertawa kecil ketika dilihat semua temannya serius melihatnya.
“Ah, dasar pelit.., cerita aja nggak mau. Maksud gue, waktu Lukman tembus perawan lo, lebih banyak sakitnya apa enaknya?” tanya Sari serius.