Candu Dekapan Kakak Ipar
Buku-buku sudah tersingkir ke sudut meja, berganti dengan suasana santai setelah les selesai.
“Nggak tahu, Dek,” jawab Regan sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran tempat tidur. “Mungkin … nanti, waktu kita mau naik kelas dua. Mirip kayak Mommy dulu, kan? Lahiran pas kita udah mulai sekolah SD.”
“Iya juga ya ….” Ratu mengangguk-angguk kecil, seolah membayangkan.
Naren yang sedari tadi diam, akhirnya ikut bersuara. “Kalau adeknya Binar, berarti adek kita juga, kan, Mas?”