Ah! Enak Mas Dokter
Sasa mengangguk pelan, mengiyakan, karena sejak tadi ia merasa takut melihat air hijau itu.
"Kita ke ruangan di sana." Pria jangkung bernama Juan itu menunjuk tempat gelap di samping kiri mereka.
"Iya Mas." Sasa mengikuti langkah kaki Juan.
Sesampainya di tempat gelap, Juan langsung memeluk Sasa erat. "Siapa namamu, um?"
Sasa mendongak. Merapatkan tubuh mungilnya dalam pelukan hangat itu. "Nama aku Sasa, Mas ... kalau Mas namanya siapa?"