No Cerai No Pisah!
“Sudah?”
Rama tertawa kikuk. “Maaf, Tuan Muda,” ucapnya sambil mengusap hidung, malu sendiri karena terlalu semangat.
Devon menutup laptop dan mengambil novel yang dimaksud. dia membalik-balik halamannya, mengamati sampul dan blurb dengan seksama. Namun, tak berkata apa-apa. Novel itu kemudian ia letakkan kembali di meja dengan perlahan bersebelahan dengan laptopnya, seakan tampak penting. Sama pentingnya dengan pekerjaan Devon.