Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Petualangan Tujuh Hari

Petualangan Tujuh Hari

“Apaan, sih? Siapa juga yang lamar kamu. Sudah saya bilang kamu gak akan bisa baca isi surat ini. Surat ini ditulis pakai bahasa sunda lengkap dengan huruf aksara sundanya. Saya saja yang sudah lama tinggal di sini gak bisa bahasa sunda, apalagi kamu cewek kota.” “Hallah, ternyata Anda tidak sepintar yang saya kira! Baca aksara sunda saja tidak bisa. Lemah!” Aku kembali pada sikapku. Rasanya percuma saja menghaluskan ucapanku. Yang ada, aku dianggap makhluk halus olehnya. “Memangnya kamu bisa?” Berani-beraninya ia meledekku. Ia tak tahu bahwa saat SD aku juara 1 menulis dan membaca aksara sunda se-kecamatan.
22.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai novel sunda singkat
Baca
+Pustaka
APLIKASI JODOH

APLIKASI JODOH

Sampe suatu saat dia ditelpon oleh orang lain. “Halo Ramond, apa kabar?” “Baik. Ini siapa?“ “Lena.“ “Lena siapa?“ “Lena Nurlena.“ “Ooh... orang Sunda ya?“ tebaknya hati-hati. “Iya. Tau dari mana?“ “Cuma orang Sunda yang nama belakangnya ngulang nama depan.” “O iya iya.” Lena membenarkan. “Maaf, aku agak lupa. Kita emang pernah ketemu ya?”
1011.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai novel sunda singkat
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Duda

Cinta Sang Duda

" Lihat saja! SUAMI YANG BAIK. Kanaya menunggu pria itu mengambil kunci mobil. Kanaya sebenarnya mengunjungi salah satu restoran di Jakarta Selatan yang saat ini sedang menjadi tongkrongan paling baru. Berhenti di depan restoran dia menghubungi teman-temannya kemudian menunggu suaminya yang sedang parkir. Tidak ada pria sama sekali. Hanya perkumpulan teman-teman gadisnya. Bertemu dengan teman-temannya di dalam yang langsung menyerahkan menu buku. "Mas, mau pesan apa?" tanya Kanaya meskipun sebenarnya tidak mau memanggilnya di depan Athalla langsung tapi harga diri lebih mahal di depan teman temannya. SEDIKIT MENYOMBONGKAN SUAMI TIDAK AKAN MASALAH. Begitu pikirnya Kanaya.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai novel sunda singkat
Baca
+Pustaka
Bukan Surga Terindah

Bukan Surga Terindah

Jemarinya menari di atas layar, mengetik kalimat sederhana. Aida: [Rumi, kamu lagi apa? Gimana kabar kamu? Kenapa nggak pernah kasih kabar?] Setelah pesan terkirim, Aida meletakkan ponsel di meja dan mencoba mengalihkan pikirannya dengan scroll sosial media. Akan tetapi, pikirannya terus melayang, menanti balasan dari Rumi. Beberapa waktu kemudian, ponsel Aida akhirnya berbunyi, notifikasi pesan masuk.
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai novel sunda singkat
Baca
+Pustaka
Cinta Suci Kupu-Kupu Malam

Cinta Suci Kupu-Kupu Malam

Kenang hanya melakukan tugasnya dan sebatas propesional saja. Desir angin meluruhkan seluruh pakaian kenang. Bibir Shaga menjelajah tubuh kenang dengan perlahan dan lihai menemukan pusat-pusat sensitipnya. Pecinta yang ulung. Terdamparlah keduanya di sebuah pulau tak berpenghuni. Tak ada yang mengganggu. Tak ada yang mengusik perjalanan mereka menuju puncak hasrat. Shaga berharap tersesat selama-lamanya di pulau ini bersama kenang. Tenang dan sunyi, hanya ada desah keduanya yang terdengar indah.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai novel sunda singkat
Baca
+Pustaka
Tergoda Hasrat si Presdir Tampan

Tergoda Hasrat si Presdir Tampan

tukas Suci. Rangga bernafas lega karena Suci begitu mengerti tentang hal-hal yang dapat membuatnya malu. "Apa benar aku tidak mengatakan apapun?" Suci meletakkan piring di atas nakas, lalu mengambil susu yang diserahkan pada Rangga. Suci menggeleng, ia belum siap untuk mengatakan bahwa Rangga berkali-kali mengucap kata Siska. "Hari ini, aku dan Ibu akan pergi mengunjungi Siska. apa kau mau ikut, mas? lagi pula, Indonesia sampai sekarang belum aman. Untuk berjaga-jaga, aku bawa ponsel untuk membuat story,"
1018.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 651 kali sebagai novel sunda singkat
Baca
+Pustaka
Suami Idaman

Suami Idaman

“Kamu galak banget sih, kayaknya kurang piknik.” Aya mendekat pelan-pelan. “Kalau saya piknik, tante pasti saya tinggal. Selamanya.” Dasi itu akhirnya dikembalikan. Tapi suasana rumah menjadi semakin panas. Aya mulai mencatat di notes-nya: “Strategi Halus Mengusir Tante Genit” 1. Bangunkan jam 5 subuh pakai lagu dangdut remix 2. Masak menu super pedas yang bikin perut kram
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai novel sunda singkat
Baca
+Pustaka
Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian

Hah, rasanya Jenna ingin terbang jika selalu dipuji-puji begitu. “Ceritakan! Bagaimana bisa kamu menyelesaikan naskah kamu ini dengan cepat? Bukannya minggu lalu, kamu bilang masih tersendat?” Ya! Pada akhirnya, dua perempuan itu malah berujung mengobrol ini dan itu. Dimulai dengan Jenna yang menceritakan jika dia memiliki banyak ide, setelah bertemu dengan seorang lelaki asing ketika ia melihat senja. Di mana lelaki asing itu, menyebut rambutnya mirip seperti rambut jagung.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai novel sunda singkat
Baca
+Pustaka
Drama Cinta Sang Duda

Drama Cinta Sang Duda

Di dalam, Rinjani segera menyantap kiriman dari sang suami. "Hm, enak! Pantas orang-orang rela mengantre demi mendapatkan bubur ini!" gumam Rinjani. Dirinya tidak pernah membelinya. Namun, beberapa kali ada orang yang membuat i***a story' tentang bubur singapura ini. Rinjani tak menyangka jika dirinya bisa mencoba dan merasakan betapa nikmat dan enaknya bubur singapura tanpa harus mengantre lama.
1017.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai novel sunda singkat
Baca
+Pustaka
BERLAYAR: Kala Cinta Tak Berjalan Semestinya

BERLAYAR: Kala Cinta Tak Berjalan Semestinya

Aku bahagia juga bersama Kinasih. Oh iya Mil, surat yang kau dapat dari Utara ini akan membicarakan tentang novel yang Indira resensi minggu lalu. Ia datang dengan semburat senyum menghias wajah saat masuk ke dalam rumah kita dulu. Ia menenteng novel dengan jilid berwarna kuning menyala. Dan ku baca penulisnya Sudjiwo Tedjo. Indira juga dengan lantang bilang “Rahwana pernah berkata, ‘Tuhan, bila cintaku pada Sinta terlarang, mengapa kau bangun megah perasaan ini dalam sukmaku.” Setelah berdiam lama, perkataan Indira itu ada benarnya. Kutipan Sudjiwo Tedjo itu meresap pada pikiranku.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai novel sunda singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status