Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

dan menolak semua emosi dan koneksi sebagai "kotoran duniawi" Penduduk desa memiliki mata yang kosong dan suara yang datar. Mereka telah mengasingkan diri dari keluarga mereka, berhenti bercerita, berhenti bernyanyi. Desa itu sunyi—terlalu sunyi. Ini adalah karya The Silence. Bukan dengan kekerasan, tapi dengan bujukan halus—meyakinkan mereka bahwa dengan melepaskan makna, mereka akan menemukan kedamaian.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Sinar bulan menerangi wajahnya, membuatnya terlihat seperti ilusi. Debur ombak yang menghantam pantai terdengar begitu jelas di malam yang sunyi. Hatiku rasanya seperti tertimpa batu besar, sangat menyakitkan. Setelah waktu yang sangat lama berlalu, Ibu membuang ponselnya ke dalam laut. Lalu dia memberiku uang dua puluh ribu, memegang bahuku dan berkata padaku. "Yolanda, tolong belikan Ibu sebotol air, ya?"
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

--- Saat senja turun perlahan, langit berubah warna bukan karena matahari terbenam, tapi karena dunia sedang menyimpan kata-kata terakhirnya sebelum tidur. Di Teman Sunyi, cahaya dari batu-batu yang dulunya tak berarti mulai berdenyut perlahan. Tak bersinar terang. Tak menyilaukan. Tapi cukup untuk menuntun langkah mereka yang tersesat karena diam. Rhia duduk bersama tiga makhluk kecil yang tak pernah mengucap satu kata pun sejak tiba. Hari ini, satu dari mereka membuka suara.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
Nyonya Tak Bucin Lagi

Nyonya Tak Bucin Lagi

Itu normal. Saat mereka berbicara, ada ketukan di pintu di luar. Bibi Sinta membuka pintu dan Windy yang datang membawa sarapan. Wendy masih sangat merindukan ibunya setelah tidak bertemu dengannya selama dua hari, jadi dengan lembut memanggil "Ibu". Windy mengangguk lembut. "Kenapa raut wajah Wendy terlihat begitu buruk? Apa sedang merasa kesal?"
9.6726.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21.1K kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Tampilkan Ulasan (202)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
siti fathonah
dari sekian banyak cerita novel yang saya baca, cuma novel ini yang saya baca berulang ulang, gak ngebosenin...tolong ya author ini cerita nya di selesaikan sampe happy ending, jangan digantung gini dong
Baca Semua Ulasan
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Siang harinya, Pak Dharma meminta para peserta berjalan kaki menyusuri jalan setapak di sekitar danau – disebut Jalan Sunyi. Selama perjalanan itu, mereka dilarang berbicara. Hanya mendengar suara alam, dan suara hati mereka sendiri. Anya merasakan keheningan itu bukan hanya di luar, tapi juga di dalam dadanya. Langkah demi langkah, ia merasa hatinya lebih lapang, dan rasa bersalahnya mulai perlahan larut bersama air dan embusan angin. Sore: “Sesi Refleksi: Surat untuk yang Pergi”
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
Pewaris Pedang Sulur Naga

Pewaris Pedang Sulur Naga

Ranting-ranting itu terlalu gampang digoyahkan hembusan angin. Dia tidak takut, tapi hampir semua orang yang ditemui selalu meremehkan. Itu dikarenakan dia bisu. Semua orang menghindar karena tidak mengerti bahasanya. Bahkan kawan barunya, Mahisa Dahana, saat ini tengah berbincang asyik bersama Umang Sari dan Ki Sempana. Ketiganya demikian dekat. Bahkan mata pemuda itu selalu berbinar-binar setiap menatap Umang Sari.
8.520.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 431 kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
Comeback

Comeback

Hatchi Tiba-tiba saja Anya bersin tidak ada sebab. Gifa hanya memandang Anya bingung, lalu memandang sekitarnya memastikan tidak ada hal yang bisa membuat seseorang bersin. Terkecuali.... “Kayaknya ada yang ngomongin aku, Mbak. Aku bawaannya pengen bersin aja,” ujar Anya sambil menggosok hidungnya. Gifa hanya diam, pura-pura tidak mengetahui bahwa dia yang membicarakan Anya dalam hati. Biarlah Gifa dan Tuhan yang tahu.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Mereka tak berbicara, tak bergerak, hanya duduk sambil memeluk lutut dan menatap ke tanah, seolah mendengarkan sesuatu yang tak terdengar oleh orang lain. Di malam keempat, langit berbunyi. Bukan guntur. Bukan petir. Tapi suara seperti bisikan ribuan mulut berbisik serempak, menyebut nama-nama orang desa satu per satu, dari yang masih hidup sampai yang telah mati. “Surya…” “Tama…” “Kirana…” “Lusi…” Bisikan itu masuk ke telinga langsung ke kepala, membuat mimisan dan sakit kepala hebat. Banyak yang menjerit, dan sebagian yang lemah mentalnya menggigit lidah sendiri sampai mati.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
Terjebak Bersama Dua Mantan

Terjebak Bersama Dua Mantan

Sunyi. Hanya suara jarum jam berdetak tiap detik yang mendominasi di ruangan serba putih ini. Bunyi suara hawa yang dihasilkan dari air conditioner pun tidak bisa mengalahkan bunyi benda penunjuk waktu itu. Apalagi suara dengkuran halus Nana, yang makin lelap di atas sofa. Revita menunduk mendengar permintaan Gavin. Terdengar sepele, tapi efek bagi wanita 27 tahun itu luar biasa.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 523 kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
Ranjang Panas Suamiku

Ranjang Panas Suamiku

Ia terjebak oleh permainannya sendiri, ia hanya tidak mengira jika Sambara akan lebih beruntung dalam bermain dadu, dan Panji juga lupa, bahwa ia sedang berhadapan dengan Sambara Lakeswara, si Raja Sunyi yang terkenal di dunia bawah karena kerapihannya dalam bekerja kotor. "Nona Nana," panggil Panji tiba-tiba. Nana mengangkat kepala pelan, kepalanya memiring mencoba memahami apa yang terjadi. "Boleh saya minta izin tidak menjawab pertanyaan itu?" Nana terlihat bingung. "Memangnya kenapa?" Panji tersenyum kecil. "Karena jawaban saya mungkin akan membuat semua orang di sini tidak nyaman." Kalimat itu membuat suasana semakin tegang. Sementara Sambara justru terlihat semakin santai, dia menikmat
1093.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status