Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu

Kau Duakan Aku, Kubuat Sengsara Hidupmu

kataku padanya. Ninik melirik tidak suka. “Apa? Kamu mau bicara apalagi?” “Tidak banyak, tapi saranku orang-orang itu tidak cukup berharga dibanding masa depan ketiga anakmu. Jadi, sebelum semuanya terlambat, pilih mana yang paling ingin kamu perjuangkan!” Lalu, Kak Nah bertepuk tangan. Rupanya dia sudah meletakkan piring berisi gorengan di meja. Ekspresi Kak Nah membuatku tersenyum malu.
1024.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 808 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Balas Dendam Sang Pendamping Setia

“Mikir mungkin penundaan ini berkah tersembunyi. Kita bisa pakai dua minggu ini buat bener-bener ngerencanain masa depan kita. Bicara soal mimpi, harapan, bahkan hal praktis.” “Kayak jenis pernikahan apa yang kita mau?” “Kayak kapan mau menikah, di mana mau tinggal, bagaimana mau seimbangkan karier, apakah kita mau punya anak... hal-hal begitu.” “Topik berat buat orang yang baru aja sadar dari tembakan.” Nayla tersenyum tipis. “Pengalaman hampir mati punya cara sendiri untuk bikin prioritas jadi jelas.”
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
SUAMI MISKINKU DI RUANG NASABAH PRIORITAS

SUAMI MISKINKU DI RUANG NASABAH PRIORITAS

Suami Miskinku di Ruang Nasabah Prioritas Part 9 Tak punya harta maksudnya. Tapi kalau soal hati dan lainnya, mereka kaya banget. "Ah kamu nih, sabar dong Jay, tinggal dikit lagi rencan-" "Ehek ehek ehek." Nuna terbangun. Aku tepok jidat. Astagfirullah Nak, kenapa mesti bangun sekarang sih? Tanggung dah ah 'kan jadinya.
921.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 735 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Hello Mommy

Hello Mommy

Meskipun keluarganya tidak ada yang memberikannya beban. “Ach … itu biasa saja. Jangan memuji. Aku hanya dewasa karena keadaan. Yang mengharuskan aku berpikir mana yang harus diprioritaskan waktu itu.” “Itu, memprioritaskan yang paling penting dari yang paling penting adalah hal sulit.” Bian belum sampai pada tahap itu. Dirinya hanya baru sampai mementingkan dirinya sendiri. “Setiap orang punya waktunya masing-masing, kamu pasti akan merasakan di waktu yang pas.”
9.962.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
I'M Not Your Barbie Girl

I'M Not Your Barbie Girl

**"Semua kata-kata (load of waffles idiom yang sering digunakan di uk untuk mengatakan kata2 tidak jelas yang berhamburan) ini nonsense . Dia hanya ingin kau terpancing dengan kata-katanya. Ayo pergi.. ⛳⛳"Leon, don't try make drama here. Your wanna steal my spotlights? You better focusing on defend your client properly or I will make him announce bankruptcy.Leon jangan coba membuat drama disini. Kau mau mencuri spotlightsku? Kau lebih baik fokus untuk membela klienmu lebih baik atau aku akan memaksa dia menggumumkan kebrangkrutan.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Invitasi

Invitasi

“Eh, tapi kalau ada pekerjaan yang lebih baik kenapa enggak. Dulu anak saya di tempat kerjanya yang lama rezekinya macet. Tapi begitu pindah ke tempat baru rezekinya lancar. Jadi orang enggak perlu keras kepala. Idealis itu perlu tapi kadang-kadang kita juga harus tahu mana yang prioritas.” Masih tidak menanggapi. Laisa membatu. Tidak bicara, tidak ingin mendengar. Berharap dengan begitu si Ibu berhenti membahas dirinya dan mengabaikannya. Tapi yang terjadi tidak demikian. Semakin diabaikan, semakin si Ibu semangat bicara. Berada di dalam lift yang biasanya terasa singkat berubah lama. Laisa sungguh tidak sabar untuk segera kabur.
9.910.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Wanita Sang Presdir

Wanita Sang Presdir

"Hmm ... ya. Aku tidak keberatan." "Nanti kakimu kesemutan loh." "Tidak masalah. Hal terburuk yang akan terjadi adalah kita ketinggalan pesawat." Angeline menatap tidak percaya, "Meetingnya tidak penting ya?" "Kamu jauh lebih penting, Baby Girl." Nathan membelai rambut Angeline yang digerai. "Gombal ...," gumamnya. "Apa?" Angeline tertawa geli, "Apa?"
9.369.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Mission of Coordinate

Mission of Coordinate

ujar Aleysha gigih. “Ya bukannya udah jelas kalau emang tujuan orang neror itu buat ngehancurin kehidupan korbannya?” Nathan tak kalah gigih dengan opininya. “Iya bisa, tapi atas dasar apa lo susun kalimat jadi gitu? Asal aja?” “Iya emang gimana?” “Lo harus perhatiin urutannya juga, Nathan. Coba kalau lo baca dari bawah, pasti jadi ‘Kamu akan hancurkan kehidupan orang’. Ya kan?”
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Dikejar Cinta Mantan Suami

Dikejar Cinta Mantan Suami

"Cemburu itu kalau aku merasa terancam, Zel. Dan aku nggak merasa terancam sama sekali oleh Nayaka. Aku cuma mau calon istriku punya prioritas yang jelas. Laras bisa memprioritaskan kepentingan kita di atas waktu pribadinya, masa kamu nggak bisa?" ​Zelena menarik napas panjang, mencoba menahan emosi yang mulai merayap naik. "Prioritas aku jelas, Je. Aira dan kamu. Tapi menghargai orang yang pernah menyelamatkan hidupku saat aku hancur bukan berarti aku nggak prioritasin kamu. Lagian kenapa hal sepele kayak gitu kamu jadiin masalah?”
1059.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
TAMU SELEPAS SUBUH

TAMU SELEPAS SUBUH

timpal Nesya berharap Fika tak lagi berpikiran buruk padanya. Fika kali ganti yang tertawa dengan sedikit keras. " Ah itu bisa juga! Kamu banyak fikiran dan terlalu terobsesi ingin cepat kaya bukan? Jangan terlalu banyak mikir hal seperti itu, Nes. Lebih baik kamu mikirin kuliah saja deh, seperti tujuan awal kamu masuk ke kampus ini. Ingat, ibu panti menaruh harapan yang besar loh sama kamu!" ucap Fika sambil menatap tajam wajah Nesya. Yang kemudian hanya dibalas dengan senyuman tipis dan anggukan oleh sahabatnya itu.
10111.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status