Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hasrat Terlarang Sang Bodyguard

Hasrat Terlarang Sang Bodyguard

"Kenapa kamu tiba-tiba bahas hal itu Mas?" Liam tak menjawab. Dia membiarkan istrinya melanjutkan kalimat yang ingin dia ucapkan. "Kemarin kamu bilang kita gak perlu terburu-buru soal anak," lanjut Nayya, suaranya pecah di sela tangis. "Kamu bilang aku gak perlu mikirin ucapan Mama, gak perlu terlalu memikirkan omongan orang. Dan sekarang kamu bilang ini salahku karena aku gampang overthinking? Yang bener aja kamu Mas?!"
1038.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 965 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Bos Sadis

Terjebak Cinta Bos Sadis

Dan batas bukan tanda kekurangan—ia tanda kesadaran. Ponselku bergetar. Pesan dari atasan menanyakan progres. Aku menulis balasan dengan jujur dan ringkas: aku membutuhkan satu hari untuk menata ulang prioritas. Tanganku sedikit gemetar saat menekan kirim. Ada ketakutan yang lama bersembunyi—takut ditolak, takut dianggap tidak profesional. Balasan datang tidak lama kemudian: Ambil waktu yang kamu butuhkan. Terima kasih sudah memberi tahu.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Bakti yang Tidak Dihargai

Bakti yang Tidak Dihargai

Fokusnya masih satu, serial favoritnya. Aku menghela napas, menghilangkan rasa kesal dalam dada. Ingin rasanya menegur, tapi terhalang rasa tak enak. Seperti ini perasaan menantu pada umumnya. Wahai para mertua, mengertilah. Ah, sayangnya ibu tidak pernah peduli. "Beli saja, ya, Bu. Sudah siang, Mas sayurnya juga sudah lewat," rayuku.
121.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 479 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Kain Basahan Basah Di Kamar Mandi

Kain Basahan Basah Di Kamar Mandi

Lama-lama bisa gila aku meladeni pesan masuk dan panggilan telepon. [Kenapa belum di kirim nomor rekening Bank-nya?! Aku tunggu jika ibu Nesya memang serius mau saya beli kue kotaknya. Aku sudah tidak ada waktu lagi mau mencari tempat untuk acara sunatan anakku lusa. Makanya aku tidak mau ribet dan menimbang harga si A dan si B. Kata kawanku buatan ibu Nesya sangat enak. Itu sebabnya aku percaya saja.]
33.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 846 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Bukan senior biasa

Bukan senior biasa

Rasa nya jadi benar benar menyesal tak mendengar perintah orang tuanya yang meminta untuk segera keluar mobil lalu masuk gedung universitas. "Kalau gitu saya minta maaf, kak. Kebetula tadi jalanan macet saat berangkat kesini," ucap Nandita sambil menunduk tak mau memperpanjang masalah, karena menurut saran temen- temennya yang sudah kuliah duluan, jika ada senior yang mencari-cari masalah karena hal sepele, lebih baik langsung minta maaf saja, jangan melawan. "Turun setengah seri." titah wawan menunjuk kearah aspal.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Aku Bukanlah Prioritasmu

Aku Bukanlah Prioritasmu

Aku tertawa pelan, melihat ombak di luar jendela menghantam karang berulang kali. Menyesal? Kebencian mendalam? Dia menempatkan wanita lain sebagai priotitas terpenting dalam pernikahan. Sekarang, dia hanya menuai apa yang dia tabur. Ini pantas dia terima. Aku membalas, [Bagaimana dengan Meisy?] Balasannya sangat cepat.
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Bukan Wanita Cadangan

Bukan Wanita Cadangan

Dari masalah yang aku hadapi sekarang, aku bersyukur kondisi Ibu tetap dalam keadaan sehat. "Pesan gue nggak lo baca? Handphone lo jual aja kalau nggak ada gunanya!" sindir Nola sambil menyentong nasi dari magicom memindahkan ke piringnya. Dari dulu aku salut sama Nola, meski dia dari kalangan atas tapi tidak enggan untuk berdekatan dengan orang-orang kasta bawah sepertiku. "Habis batrai. Gue lupa isi daya."
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Percakapan tanpa agenda, tanpa analisis mendalam, tanpa usaha untuk mengesankan atau menyenangkan siapapun. Ketika Alena pamit untuk pulang, nenek itu berkata, "Sampai ketemu lagi ya, nak. Jangan lupa bahagia." Jangan lupa bahagia. Kalimat sederhana itu bergema di pikiran Alena sepanjang jalan pulang. Kapan terakhir kali seseorang mengingatkannya untuk bahagia? Kapan terakhir kali kebahagiaan menjadi prioritas, bukan sesuatu yang harus "dicapai" atau "diperjuangkan"?
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Tunangan Kontrak Sang CEO

Tunangan Kontrak Sang CEO

“Karena yang penting bukan diingat, tapi diikuti.” Sore jatuh seperti tirai berat. Di luar, meme “persepsi adalah segalanya” masih berdeham. Di dalam, meja-meja kembali pada ritme: IR menjadwalkan webinar ritel, HR mengirim pengingat EAP, Inez merapikan panel. Naya berdiri di depan papan kecil dan menulis: Dokumen, Kompas, Keberanian. Ia menambahkan satu titik di ujung: .” Titik penuh—bukan tanda seru.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Tapi, celaka karena semakin diburu orang-orang pemilik ilmu hitam. Berurusan dengan beberapa saja, efeknya aku sakit. Apalagi banyak sedunia. "Nah, kalau gitu nggak usah ada acara ulang tahun!" Naya meletakkan kertas nota ke meja. "Lebih baik kita bahas hal lain aja deh!" "Misalnya apa?" "Nggak tahu. Kamu kan prajurit, pasti luas pengetahuan daripada aku!"
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status