Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama

NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama

Tapi tidak dilanjutkan, karena keadaan yang sudah tidak lagi memungkinkan. Pendidikan sudah bukan lagi prioritasnya sekarang. Ia butuh uang dan pekerjaan. Secepatnya. Nayanika yang tengah memandangi ponselnya itupun malah terlelap di atas tempat tidur. Lelah dan juga kekenyangan. Atau mungkin karena sedang berbadan dua juga, membuatnya jadi cepat lelah juga mengantuk begini?? Ting!! Nayanika melonjak kaget dan terbangun dari tidurnya yang singkat. Ia lihat ponsel yang hampir jatuh dari tangannya itu dan mengecek pesan yang masuk, dengan mata yang menyipit.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng

Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng

Bukannya marah, Nayaka justru tersenyum miring menyadari kata-kata Nuansa. “Berpikirlah seperti apa yang lo pikirin tentang gue. Gue enggak peduli. Yang penting lo enggak bilang ke orang tua gue tentang ini,” ujar Nayaka. “Nay! Lo benar-benar murahan?” tanya Nuansa.
1010.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Mantan Jadi Tetangga

Mantan Jadi Tetangga

Dastan kembali menambahkan dengan nada seolah sedang memberi simpati, padahal sama sekali tidak. “Gapapa, Rey. Karena tiap orang pasti punya prioritas. Kalau belum ada yang memprioritaskan kamu, ya sabar aja dulu.” Reyhan memutar bola matanya. “Bapak itu kalau udah jatuh cinta jadi sangat menyebalkan ya.” Dastan menutup dokumen di mejanya. “Aku nggak jatuh cinta.” Reyhan mengangkat alis. “Oh iya? Jadi apa dong namanya?”
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 295 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Weneedta
Ceritanya bagus Thor... Izin promo ya. Sambil nunggu update buku ini, mampir yuk ke cerita aku. "Antara Kamu dan Putraku". Kisah seorang wanita menikah 30an yg tergoda dengan pria muda pelatih basket putranya. Makasih ^_^
Black Aurora
kayanya dari kemaren2 banyak komentar di sini tapi hilang ya? itu bukan aku yg hapus, tp dr aplikasi sendiri yaa...... kalau gabisa komen di sini, yuk komen di akhir bab saja, sbg penyemangat menulis dan agar tahu pendapat kalian utk kisah Dastan Marvella 🫶🏻🫶🏻
Baca Semua Ulasan
Dimanja Suami Kontrak

Dimanja Suami Kontrak

Ia menatap suaminya, menahan getar di dadanya, lalu berkata, “Di ruang yang penting… meski bukan prioritas.” Khailas mengernyit. Tangan kirinya mengelus punggung Lura, namun ia tidak menjawab seketika. Ia mencerna kalimat itu. Penting… tapi bukan prioritas? “Kau salah menilai,” katanya akhirnya. Suaranya lebih berat sekarang, sedikit tergores nada kecewa. “Bagaimana mungkin bukan di ruang prioritas kalau dunia berikut isinya bisa kuberikan padamu?”
1016.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 552 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU

Keadaan Mbak Ulya makin terpuruk. *** "Kalau ada masalah, lebih baik kamu selesaikan dulu." Ketus Pak Joshua. Aku tergagap. Masalah di rumah begitu banyak membuat pikiranku tak bisa fokus. "Maaf, Pak," lirihku sambil menoleh padanya. Laki-laki itu ternyata tak melirikku sama sekali. Tangannya tetap lincah di atas keyboard. Aku menghela napas. Dan beristighfar berkali-kali.
1029.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 849 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
My Romantic Boss

My Romantic Boss

semprot Ody keras. "Aku bukannya over protektif, aku cuma mau yang terbaik buat kalian. Tapi kamunya ngeyel terus, aku kan jadi kesal. Ai, kamu dan Baby K itu prioritas buatku. Jadi sudah sewajarnya aku berlaku seperti ini kan?" "Ya tapi nggak segitunya juga Bao. Kamu mikir nggak sih betapa dilemanya posisiku?"
1040.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 965 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
RIVAL (KAU SIKSA ANAKKU, KUHANCURKAN HIDUPMU)

RIVAL (KAU SIKSA ANAKKU, KUHANCURKAN HIDUPMU)

kata Indah. “Kamu tinggal saja Jihan, nanti aku yang jemput,” kata Sela dengan entengnya. “Tidak bisa begitu dong, Mas, aku tidak pernah meninggalkan anak-anak. Bagiku mereka adalah prioritas utama.” “Lha orang tuaku apa, Indah? Kamu pikir mereka tidak boleh menjadi prioritas?” tanya Sela kesal. “Lhoh, siapa yang tidak memperbolehkan kamu memprioritaskan orang tuamu? Bukankah kamu sendiri yang tadi tidak mau menerima uang itu karena kamu takut hidup kamu sulit?”
1060.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Bimbingan Terlarang Dosen Gay

Bimbingan Terlarang Dosen Gay

Kekejaman yang tidak disengaja, yang lahir dari pikiran yang hanya melihat dunia sebagai serangkaian masalah yang butuh solusi optimal, terasa jauh lebih mengerikan. "Hidup saya bukan... bukan soal ujian pilihan ganda, Pak," desis Dara, air mata amarah kini mulai menggenang. "Ini bukan tentang solusi yang efisien! Ini tentang... martabat!" "Martabatmu akan lebih hancur jika fotomu tersebar di seluruh kampus," balas Adrian tajam, menghantam Dara dengan kenyataan yang brutal. "Prioritas. Kita harus menetapkan prioritas. Dan prioritas utama saat ini adalah mengeluarkanmu dari jangkauan Arkan. Itulah sebabnya kamu akan kembali ke rumah saya."
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Ipar Pengusir Sepi

Ipar Pengusir Sepi

Perasaan Nesya mulai tak karuan, “Aeee, masuk dulu Ngel! Kita ngobrol di dalam saja.” “Maaf Nes, aku ke sini ndak ngabarin kamu dulu dan sebenarnya aku ndak mau berbasa-basi lebih lama, jadi langsung saja!” ucapnya to the point. Nesya menelan udara kosong, “Eeee, ada apa ya?”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Vonis Cinta Sang Hakim

Vonis Cinta Sang Hakim

“Saya cuma peduli satu hal, posisi di pengadilan makin tinggi. Kalau itu tercapai, urusan lain gampang. Soal anak kecil yang saya urus, saya hanya terpaksa menanggungnya." Beberapa pejabat saling pandang, lalu mengangguk puas. Seolah menemukan sekutu baru yang dingin, tak punya beban moral. Seorang pria yang lebih tua menyeringai, mencondongkan tubuhnya. “Bagus. Aku suka pria yang tahu prioritas. Kalau kau memang cuma main aman, kita bisa kerja bareng. Tapi ingat, jangan sampai kau tiba-tiba lemah gara-gara perempuan. Itu kelemahan paling gampang dieksploitasi.”
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai nyesek kata-kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status