Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DIPTA

DIPTA

“Aku nggak pernah ragu soal kemampuan kamu.” Ia berhenti sebentar. “Tapi prioritas itu bukan cuma soal jadwal.” Kalimat itu lebih pelan dan lebih dalam. Dipta tidak bergerak. Hanya matanya yang sedikit menyempit, bukan karena marah, tapi karena sedang menghitung.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as nyesek kata-kata bukan prioritas
Read
+Library
Wonderstruck

Wonderstruck

ulang Merry, tak habis pikir. “Alasannya ya kayak kubilang tadi, Ma,” sahut Amara. “Aku sendiri harus bergulat dengan masalahku. Untuk sementara nggak mau peduli sama omongan yang nggak penting walau cukup bikin terpukul juga. Aku harus punya skala prioritas.”
1026.6K viewsCompletedAdded to Library 931 Times as nyesek kata-kata bukan prioritas
Show Reviews (23)
Read
+Library
Indah Hanaco
Halo, kalian. Jangan lupa baca "Wonderstruck" dan masukin perpustakaan, ya. Ceritanya dijamin beda. Meski tokoh-tokohnya tergolong muda, tapi konfliknya adalah hal-hal serius di sekitar kita. Untuk kaum cewek, aku cuma mau bilang. Hati-hati dan selalu waspada.
naftalenee
I really really love this book, tapi agak bingung dengan perpindahan alur yang tiba-tiba bergeser nyeritain tentang tokoh lain (Amara) yang memakan porsi cukup banyak. Kayak dipaksa pindah ke universe lain gitu. I was like "lah ini Nef kok tiba-tiba ilang? Aku pikir tokoh utamanya dia?"
Read All Reviews
Yang Tidak Pernah Sampai

Yang Tidak Pernah Sampai

pada kolom chat. “Oke kalau gitu kita masuk ke sesi perkenalan. Siapa dulu nih, yang mau kenalan? Kakak-kakak dulu, apa mabanya dulu, nih?!” “Mabanya dulu dong, Kak Feli!” sahut seorang kating dengan cepat. Tidak lama kemudian, beberapa orang menyetujui usul tersebut dengan mengangguk-anggukkan kepala di kamera.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as nyesek kata-kata bukan prioritas
Read
+Library
Bukan Cerita Dongeng

Bukan Cerita Dongeng

Dada Kayla kembali sesak. "Kenapa? Pusing dengan kata-kataku? Harusnya aku yang pusing karena selalu satu sekolah denganmu Kayla! Hanya karena orang tuaku ingin aku belajar darimu dan aku muak!" Desis Nasya pelan, tapi tajam, dan penuh penekanan. Kayla tengah dilabrak habis-habisan. "Aku minta maaf Sya. Tapi.." "Maaf? Memang orang cantik selalu menang." Sela Nasya. Ia tidak memberikan ruang bagi Kayla untuk membela diri.
18.6K viewsOngoingAdded to Library 538 Times as nyesek kata-kata bukan prioritas
Read
+Library
Langit dan Bumi

Langit dan Bumi

Ya sudahlah, aku tak mau bahas itu. Aku cuma pengen bahas bapak dan cara membahagiakannya. Seharusnya aku lebih fokus pada itu, tak cuma urusan cinta saja. Dasar cewek bego, mungkin begitu kata Mas Angga. Tuh, 'kan dia lagi. Oke, fokuslah Kania. Aku harus fokus pada ujian nasional dan ujian masuk perguruan tinggi. ---
1012.0K viewsOngoingAdded to Library 383 Times as nyesek kata-kata bukan prioritas
Read
+Library
JATAH ISTRI MUDA

JATAH ISTRI MUDA

nada mencoba memberi alasan yang masuk akal. "Mana boleh begitu, dia juga harus memperhatikan kesehatannya juga,sesekali kamu nasihatin dia,keluarga dan kesehatan harus jadi prioritas" pesan bu rita. "Baik mak,nanti aku sampaikan kepada mas rafa" ucap nada,tidak ingin memanjangkan percakapan tersebut. Mbak asih hanya mendengarkan percakapan nada dan bu rita,selesai makan dia ingin segera bangun dari duduknya.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as nyesek kata-kata bukan prioritas
Read
+Library
CINTA UNTUK GADIS TERNODA

CINTA UNTUK GADIS TERNODA

Rara merengut. "Kalau kamu nggak ngerasa begitu, nggak perlu dipikirin. Itu maksud saya, jadilah orang yang masa bodoh sama hal-hal nggak penting, fokus aja sama kerjaan yang saya kasih, abaikan gosip murahan nggak jelas itu."
2.6K viewsCompletedAdded to Library 89 Times as nyesek kata-kata bukan prioritas
Read
+Library
Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

“Tapi … kapan giliran aku jadi prioritas penuh, Mas? Bukan cuma di sela-sela kerjaan?” Devanka menatapnya, rahangnya menegang. “Kamu pikir aku nggak berusaha? Aku bawa kamu ke sini, bukan?” Nayara melawan tatapan itu. “Tapi aku selalu merasa, kalau ada benturan antara kerjaan dan aku, aku yang kalah. Mas bilang aku prioritas, tapi kenyataannya ….” Devanka mengangkat alis, suaranya turun satu nada. “Nayara, jangan mulai drama pagi-pagi.”
109.5K viewsCompletedAdded to Library 371 Times as nyesek kata-kata bukan prioritas
Read
+Library
Nona, Yakin Nggak Mau?

Nona, Yakin Nggak Mau?

"Rezeki memang datang dari Allah, Bang. Tapi Allah juga nyuruh kita berusaha. Bukannya diam-diam banyak hutang dan jadi nyusahin keluarga." Rizal hanya tersenyum tipis, seolah nasihat itu tidak ada artinya. "Udah, jangan banyak mikir dan jangan banyak ceramah. Aku tahu apa yang lagi aku lakuin." Tanpa menunggu jawaban lagi, Rizal berbalik menuju kamarnya. Ravita hanya bisa mengembuskan napas panjang sambil memandang punggung sang kakak yang menghilang di balik pintu.
1019.6K viewsOngoingAdded to Library 431 Times as nyesek kata-kata bukan prioritas
Read
+Library
Ibu Empat Anak: Beda Bapak!

Ibu Empat Anak: Beda Bapak!

Nasya mengangguk pelan, “Iya, Ma, Pa. Aku akan coba.” Nasya pikir, pembicaraan sebelum perpisahan hanya akan berisi pesan-pesan biasa seperti, ‘jaga kesehatan’, ‘jangan lupa makan’, atau mungkin versi modernnya, ‘hati-hati sama mertua’. Tapi ternyata tidak. Orang tuanya, seperti biasa, selalu berhasil membelokkan situasi ke arah yang tidak terduga. Mereka bisa memutar pesan moral jadi misi mencari modal, kayak lagi ngelobi sponsor buat acara arisan RT.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as nyesek kata-kata bukan prioritas
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status