Suamiku Jadul
(Dulu, hanya Bapak Rara yang peduli padaku, hanya dia yang peduli masa depanku, bahkan orang tuaku sendiri tidak peduli, aku putus sekolah pun ayah tak peduli, tapi Bapak Rara peduli, dia bahkan percaya padaku, itu obsesi, Dek, obsesi yang positif, bukan obsesi yang negatif, biarpun Rara selalu kuingat, tapi aku tak pernah membayangkan dia jadi istriku, hanya kagum yang berlebihan, hanya obsesi yang berlebihan) pesanku lagi.
(Aku hanya cinta istriku, Dek, sama Rara itu hanya obsesi, percayalah, pulanglah, kita rajut kembali cinta kita yang pernah terkoyak oleh obesitas) pesanku lagi. Kali ini sudah cangkul dua terbaik, tapi tak juga berwarna biru.
Lama kupentengi HP menunggu cangkul terbalik
Bab Populer