Rahim untuk Anakku
Freddy San
Al pura-pura cemberut.
“Cie cie, yang ambekan. Jadi gimana, Al? Boleh aku pergi satu tahun?”
“Boleh, asal cuma satu tahun. Nggak lebih,” jawab Al tegas.
“Udah maem?” Alaska memandang lembut wajah gadis yang memenuhi layar gawainya.
“Udah. Tadi ngobrol sekalian makan kok. Kamu udah juga, kan?”