ISTRIMU TERNYATA SULTAN
Dia membahas tentang lukisan, tentang musik, tentang bagaimana benda mati bisa menyimpan memori manusia.
"Nilai sebuah karya seni," kata Arya, berjalan pelan melewati meja Berlin, "bukan terletak pada harganya di balai lelang. Tapi pada kemampuannya membuat kita merasa. Seperti kotak musik tua yang rusak... bagi orang lain itu sampah, tapi bagi pemiliknya, itu adalah mesin waktu."
Berlin terpaku. Dia tahu kalimat itu ditujukan untuknya. Kotak musik di rumah. Surat dari "A".