OBSESI MANTAN SUAMI
Sementara sopir dan sosok yang dipanggil Abang, masih duduk di bangku mereka di depan sana dengan tirai kembali tertutup rapat.
Sarah pun segera mengangkat kaos yang ia kenakan, kemudian memberikan apa yang Satria butuhkan, dimana terlihat jika sang putra nampak menyesap dengan kuat apa yang menjadi haknya. Wanita itu lantas merasa terharu juga sedih saat melihat putranya menangis karena ulahnya sendiri. "Ternyata memang ulah Mas Adit," gerutunya di dalam hati. "mentang-mentang orang kaya! Makanya bisa memerintahkan siapapun sesuka hatinya! Ya Allah, seharusnya aku segera pergi dari kota ini begitu aku berhasil keluar dari sana!" keluhnya menyesali dirinya yang bergerak lamban. "tapi kan, Sa