Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Renggali

Renggali

Mata yang saling memandang, dengan senyum dia berbisik di telinga Riska. Memang cinta itu bagaikan pedang bermata dua. Bisa membuat bahagia, dan juga sebaliknya. Seperti roda yang berputar! terkadang melayang tinggi, dan juga bisa terjun jatuh dengan berbagai ranjau di bawahnya. Saking miripnya dengan pohon sakura yang hanya ada di jepang? Orang-orang setempat juga menyebut pohon ini adalah pohon sakura Gayo. Namun? Itu hanya sebuah julukan saja.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai pa rantau
Baca
+Pustaka
Berebut Pantas

Berebut Pantas

Setelahnya, dia melajukan motornya dengan kecepatan sedang ke arah Selatan. Ada yang sedang Varen tunggu di area taman mini dekat pedagang Kue Terang Bulan. Seketika dia teringat kepada Arash yang suka membuat video ulasan tentang jajanan tradisional hingga mendapat banyak penggemar. “Kau begitu bersinar meski sering merasa kesepian,” ucap Varen yang masih teringat Arash. Satu tarikan nafas dalam mengiringi langkah Varen menuju salah satu bangku panjang di area taman. Sesekali dia mengecek ponselnya, berharap yang dia tunggu akan segera datang.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai pa rantau
Baca
+Pustaka
Rantai Hasrat

Rantai Hasrat

Seorang pria berkulit sawo matang, bermata tajam, bibir tipis dan berbadan tegap tinggi semampai melewati sekumpulan wanita. Mereka terkagum-kagum melihat pria itu. "Cih! Dimana sih itu anak?" tanya Harsyat dalam hati sambil mengutak-atik ponselnya dan menghubungi seseorang. "Tut ... tut ... Hallo!" "Eh loe dimana sih? Gue udah nyampe nih!" kata Harsyat sambil menyandarkan badannya di dinding. "Otw!" jawabnya singkat.
5.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai pa rantau
Baca
+Pustaka
Dalam Pelukan Hangat Paman Suamiku

Dalam Pelukan Hangat Paman Suamiku

Raungan itu adalah luapan dari rasa bersalah, malu, dan keputusannya untuk meninggalkan Pras. Ranti jadi ikut sedih. Dia belum tahu masalah pastinya apa. Aura belum mengatakan apa-apa. Panggilannya terputus karena Ranti baru ingat, ponselnya lowbat. Wanita itu menghela napas panjang dan sedih. Setelah menunggu ponselnya terisi barang beberapa persen saja, Ranti langsung ingin menghubungi putrinya kembali. Dia serapuh itu, jadi tak tega pada anaknya.
1030.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 978 kali sebagai pa rantau
Baca
+Pustaka
Hasrat Cinta Sang Pilot

Hasrat Cinta Sang Pilot

“Tau apa yang bikin aku sedikit lega?” Yura mengerutkan keningnya. “Apa?” “Aku lega dan merasa baik-baik saja saat sekarang sama kamu.” “Gombal!” Meskipun Yura bisa merasakan desiran asing di dadanya. Perempuan itu menerbitkan senyuman tipis. “Aku mau ajak kamu mengunjungi Panti Asuhan, Ra.” “Panti asuhan? Kenapa jauh banget sampai ke Bali, sih? Emang di Jakarta nggak ada?”
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai pa rantau
Baca
+Pustaka
Ratapan Sendu Raisya

Ratapan Sendu Raisya

tok tok tok setelah menunggu cukup lama dia tidak mendengar jawaban dia memutuskan untuk beranjk dari apartemen raisya tapi tiba-tiba seseorang membuka pintunya. loe ngapain kesini?????? hai sayang...dengan senyumannya ia yakin akan membuat rossa membuka hati untuknya lagi.tanpa disangka-sangka rossa hilang kesadaan dan pingsan dihadapan bryan.bryan yang terkejutpun langsung menggendong rossa dan membawanya ke rumahsakit miliknya dan memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi didepn ruangannya.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai pa rantau
Baca
+Pustaka
Ranjang Dingin Tuan Pieter

Ranjang Dingin Tuan Pieter

gadis manis itu pun menurut, dan mengambil dua pasang sarung tangan yang tergantung di dinding. "Ini Nek, buat Aku satu, Nenek satu. Ayo Kita mulai mencabutinya." ucap Joane dengan bersemangat. "Jo, cobalah Kau cabuti rumput yang rimbun di pojok itu. Yang di sini biar jadi urusanku."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai pa rantau
Baca
+Pustaka
Ranjang Ternoda

Ranjang Ternoda

Dia tahu bahwa dirinya tidak boleh menangis di hadapan sang ibu, agar kesedihannya tidak membebani orang tuanya. Kata orang, pantai selalu menjadi tempat paling nyaman untuk menumpahkan rasa sedihnya. Hanya itu satu-satunya yang bisa dilakukan Reina agar kesedihannya segera berlalu. Bahkan sepanjang perjalanan pun Reina membawa motor sambil menangis, air matanya berjatuhan seiring perjalanannya. Setiap kali mengingat kejadian yang menyebabkan dirinya bertikai dengan Karan saat itulah Reina menangis.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai pa rantau
Baca
+Pustaka
MENANTU PILIHAN MAMA

MENANTU PILIHAN MAMA

kata Ardana “Nggak papa, Pak. Lagipula kami tidak menunggu kalian begitu lama.” Cukup lama kedua keluarga tersebut saling diam sampai akhirnya Riza membuka suara terlebih dulu. “Boleh dibicarakan sekarang, Pak?” Ardana mengangguk sembari tersenyum tipis. “Silahkan, Pak!” “Justin!” panggil Riza “Kenapa, Pa?”
895 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai pa rantau
Baca
+Pustaka
Ranjang pelunas hutang

Ranjang pelunas hutang

Mereka berangkat dengan kecepatan sedang, Bagus tidak mau perjalanan ini begitu menyiksa Ibunya. "Kita kemana Bu?" tanya Bagus dengan suara rendah. "Ke Losmen di Parangtritis," jawab Sri. Mendengar itu Anjas mencengkram ujung jaket yang dia kenakan. Tempat itu adalah tempat bersejarah bagi keduanya. Dia tidak menyangka Sri akan membawa orang lain kesana. "Ke Losmen? Katanya kita liburan ke Raja Ampat," protes Bagus.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai pa rantau
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status