MY FAVORITE BOY
“Ahahaha. Dua jempol buat lo, Ran. Lo emang cewek pemberani. Gue aja ga berani loh motong sependek itu.”
“Iya, dong. Gue bukan cewek lemah, atau cewek manja.” Rana tersenyum tengil.
Radit malas mendengarkan percakapan cewek-cewek, dia mendengarkan musik dengan earphone-nya sembari bermain games.
“Apa lo motong pendek karena ribet pas main, ya, Ran?” Ranti memang kepo dan banyak tanya.
Rana mengangguk mantap. “Itu juga alasannya, sih. Males aja gue, risi.”
Hot Chapters