POLIGRAF
Sambil merasakan bajunya yang basah menempel di kulitnya, membuatnya sejenak bergidik kedinginan, Pita memandang laut saat kapal membawanya agak ke tengah, ke tempat tadi Kila memunculkan dirinya.
Begitu kapal berhenti dan Pita siaga menanti, tiba-tiba terdengar suara seperti pukulan di sisi kanan kapal. Pita berpikir bahwa itu mungkin benda-benda yang menghantam dinding kapal, buah kelapa yang hanyut misalnya, bukan binatang menyeramkan yang mendadak timbul dalam imajinasinya, seperti buaya muara.
Hot Chapters