Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri yang Tak Sempurna

Istri yang Tak Sempurna

Di sana juga segala macam kebutuhan mulai dari kebutuhan rumah tangga sampai kebutuhan alat tulis dan kebutuhan bayi seluruhnya ada di satu supermarket. Tapi saat ini semua barang-barang ospek itu sudah tidak lagi ada di dalam benak Aida. karena …. Ini hari Senin! Dan seharusnya hari ini adalah hari yang sibuk untuk orang yang bekerja! Entah kenapa saat Aida berpikir seperti ini hatinya malah menjadi panas. Ini hari Senin, tapi kau bisa bersenang-senang seperti itu dengan keluargamu? Enak sekali!
967.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai pada suatu hari
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Ri Chi Rich
hai akak semua. terima kasih sudah baca ceritaku. kisah ini adalah kelanjutan dari novelku sebelumnya: Cinta Untuk Nada - Pelakor - Wanita Kedua - Matre - Gimmick -2nd chance in lyon - Dimulai dengan ikatan perjanjian. Dan Istri yang tak sempurna adalah penyempurna novel sebelumnya.
Rika
ceritanya seru dan penasaran..nice.... kadang agak bosen jika alur pikiran tokoh panjang kali dijabarkan. tapi, penulisnya keren dan banyak ilmu interior dll yg dikembangkan.. pasti pintar dan cerdas ni kyk aida si penulis ya... loveee
Baca Semua Ulasan
Another day

Another day

"Bisa ayah lihat surat itu?" Dengan raut muka gelisah Gevan memberikan kertas yang di pegangnya pada sang ayah. "Jalan matahari? Bukankah ini tempat yang sangat dekat? Lalu apa yang membuatmu gelisah seperti itu?" "Tidak aku hanya merasa..." "Merasa apa?" tanya sang ayah. "Lupakah saja." **** Hari senin telah tiba. Dan hari ini adalah hari persidangan ibu Alea. Karena Alea harus hadir sebagai korban, dia memutuskan untuk ijin sekolah pada hari itu.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai pada suatu hari
Baca
+Pustaka
Saat Istri Bodoh Itu Pergi

Saat Istri Bodoh Itu Pergi

Hari berganti. Nara merasakan perubahan yang nyata—bukan dari orang lain, melainkan dari dirinya sendiri. Ia tidak lagi memeriksa ponsel dengan gelisah. Ia tidak lagi menyusun kalimat di kepala tentang apa yang seharusnya terjadi. Ia hadir sepenuhnya di hari ini. Suatu sore, ia menerima pesan lagi. “Aku ada urusan dekat tempatmu besok. Kalau kamu nggak keberatan, kita bisa minum kopi sebentar. Kalau tidak, aku mengerti.”
929 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai pada suatu hari
Baca
+Pustaka
Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

jawab David "Ah kamu bisa aja" kata Ara Sesampainya dirumah, aku heran dan sedikit merasa lega. Karena sudah 2 hari aku tak mendapatkan pesan misterius itu.
5.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai pada suatu hari
Baca
+Pustaka
Tantangan Untuk Si Pelakor

Tantangan Untuk Si Pelakor

VANESSA POV Aku bangun sangat siang keesokan harinya. Dengan mood sangat baik tentunya setelah makan makanan enak semalam. Ditambah karena hari ini adalah weekend yang selalu ditunggu-tunggu para pekerja keras sepertiku hehe. Meskipun sebenarnya aku hanya berencana untuk malas-malasan hari ini, seperti menonton film, membaca novel yang baru kubeli atau hanya sekedar melihat-lihat barang di online shop. Tapi mood baikku yang jarang-jarang kumiliki untuk melakukan semua itu mendadak buyar saat aku mendengar seseorang mengetuk pintu apartemenku. Aku mengalihkan pandangan dari teh hangat yang baru saja kuseruput dan menatap pintu apartemen dengan pandangan tajam, bisa menduga siapa yang ada di b
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai pada suatu hari
Baca
+Pustaka
Satu Milyar Untuk Semalam

Satu Milyar Untuk Semalam

“Kamu selalu bikin semuanya terdengar sederhana.” “Karena aku tahu akhirnya,” jawab Arcel. “Kita.” Ara bersandar di bahunya. Arcel menyentuh leher Ara, pelan. Ara langsung tertawa kecil. “Stop. Geli.” “Tapi kamu senyum.” “Karena kamu,” balas Ara. Minggu itu berlalu cepat. Terlalu cepat. Tapi tepat. Dan di malam terakhir sebelum hari besar, Ara berbisik di dada Arcel, “Apa pun yang terjadi besok…”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai pada suatu hari
Baca
+Pustaka
From Allah to Allah

From Allah to Allah

Oiya, kamu dimananya? *Ddrrtt* Zalfa Nur Di Masjid At-Taqwa, Da. Aida kharisya Hanum Oke, aku kesana. Aida mengambil tas selempangnya yang menggantung indah di sudut kamar. Aida baru ingat, hari ini adalah hari libur. Karena, hari ini adalah hari sabtu. SMA Aida Menetapkan kalau hari wajib masuk sekolah hanya senin-jum'at saja.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai pada suatu hari
Baca
+Pustaka
Rumah nomer Tujuh

Rumah nomer Tujuh

Anggi: (masih ngelamun) “Dia bilang satu kalimat. ‘Satu udah kuambil. Yang lain nyusul...’” --- Pagi harinya Meja makan lebih sepi dari biasanya. Sarapan hanya roti tawar dan teh yang udah dingin. Tak ada yang banyak bicara. Raka: (perhatiin satu per satu) “Kalian semua mimpi buruk?” Zaki: (angsur duduk, lesu) “Enggak juga... cuma kebangun tengah malam. Denger suara.”
10879 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai pada suatu hari
Baca
+Pustaka
TERPAKSA

TERPAKSA

Aku tidak suka hari senin. Keesokan harinya ketika jam menunjukan pukul 4 sore aku duduk diluar kantor dengan botol air mineral. Aku mendengar teman-teman yang bercanda yang sesekali aku seling. Sore ini mendung tapi tak hujan. “lagi musim banget ya sepedaan, sampe semua orang sepedaan” Pay menghisap rokoknya sambil mengarahkan kamera handphone nya pada sekumpulan orang yang mengayuh sepeda nya di sebrang jalan.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai pada suatu hari
Baca
+Pustaka
Cinta Satu Malam dengan Berondong

Cinta Satu Malam dengan Berondong

“Ada apa sih?” “Nggak ada apa-apa.” “Bohong.” Padma berdesis pelan. Tadinya ia tidak ingin menceritakan hal yang mengganggu pikirannya sejak beberapa hari yang lalu. Namun rasanya ia tidak bisa lagi memikirkannya sendirian. “Hari Minggu kemarin aku ketiduran di rumah Badai dan jadi nginep di sana,” ucap Padma dengan satu tarikan napas saking groginya.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai pada suatu hari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status