Jodoh dari ayah
pintu terbuka.
" Nak... Calon imam mu sudah datang, ayo Nak Hana bantu Jasmin untuk keluar " ucap Fatimah yang baru saja datang. Fatimah dan Hana membantu Jasmin untuk keluar dari kamarnya, Jasmin dituntun oleh dua wanita yang memang sangat berarti dalam hidupnya. Dengan balutan gaun kebaya putih, hijab yang senada serta riasan wajah yang sederhana membuat Jasmin semakin memancarkan aura kecantikannya. Semua mata terpana saat Jasmin menuruni anak tangga, Jasmin sadar dirinya kini menjadi pusat perhatian. Jantungnya terus berdetak kencang seperti genderang yang tak mampu berhenti. Sesekali ia menetralkan rasa geroginya dengan mengambil nafas panjang.