ISTRI BERCADAR YANG TERNODA
Zahira terdiam, sebenarnya ia malas, jika kehadirannya untuk membuat panas hatinya Amanda, selain itu, Zahira juga malas bertemu Abram, pasti kakak dari suaminya itu juga hadir.
“Kenapa diam, cepatlah bersiap, aku sudah belikan kamu baju untuk acara ini,” Alan memberikan sebuah paper bag, pada Zahira.
Zahira meraih paper bag itu. ”Baiklah Mas, aku akan bersiap–siap.”
Tepat pukul tujuh malam, usai menjalankan salat isyak, Zahira telah siap dengan gaun muslim, berbahan satin, dan dilapisi hiasan brokat, gaun, longgar warna pink lembut itu sudah menempel di tubuhnya, hijab dan cadar pun sudah dipakainya, riasan di sekitar mata sudah dipoles begitu natural, bulu lentiknya semakin terlihat memp