Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
NIGHTALE

NIGHTALE

tanya Boo dengan wajah bingung dan sedikit malu. Mengapa ia sepertinya mengharap lebih. Cup Dikecupnya bibir Boo singkat. Bibir gadis itu terasa seperti strawberi. "Apa kau tadi memakan sesuatu?" Boo menahan malu. Apakah Judish berpikir rasa bibirnya aneh? "Aku memakan strawberi tadi. Apa terasa aneh?" Boo mengulum bibirnya ke dalam. Mencoba menghilangkan rasa yang menurutnya aneh.
106.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 173 Beses bilang panas dalam di bibir
Read
+Library
Chef Galak Itu Mantan Pacarku

Chef Galak Itu Mantan Pacarku

Gun terasa membujuk agar bibirku membuka, dengan gemetar aku melakukan yang dia inginkan, merasakan dirinya yang manis seperti campuran mint, krim dan gula. "Dengar," bisiknya terengah, bisa kurasakan bibirku menebal setengah terbuka saat pangutan kami terlepas. "Besok, datang lagi lima belas menit lebih awal. Saya akan ajarkan kamu membuat Panna Cotta."
1059.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.7K Beses bilang panas dalam di bibir
Ipakita ang mga Review (32)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Daniel&Mutia Official
bagus banget ,suka semua karakter, Hiro, naga ,gun ,Mita, ed,prili, paling kagum sama Mita, tegar banget .karakter bener" tahan banting mandiri gak menye" tp gak berisik jg tenang diam ,baik JD banyak yang merangkul
Basahin ang Lahat ng Review
Jerat Pernikahan Tuan Arogan

Jerat Pernikahan Tuan Arogan

Viana cepat sekali tanggap, ia menghalangi yang kami lakukan dengan harumanis yang tinggal sedikit itu. Ia tutupi di bagian bibir kami. Dan mengikuti permainanku yang makin ahli. Rasanya manis. Aku tahu rasa ini berasal dari mana. Harumanis. Dan campuran lipgloss yang ia sapukan di bibirnya. Selalu semanis ini ketika kurasai bibir Viana. Dan membuatku kecanduan setiap detiknya. Kami selesai dengan wajah bersemu merah. Meskipun ini bukan yang pertama untuk kami, namun debarannya tak bisa semudah itu kukontrol. Selalu saja debarannya menanjak ke ubun-ubun.
103.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 85 Beses bilang panas dalam di bibir
Read
+Library
DENDAM SANG WANITA PENGGODA

DENDAM SANG WANITA PENGGODA

BRAKKK! Dengan tawa mesum, Pan langsung merangkak ke atas tubuh Anna dan berkata, "Ah.... Tentu aku ingat! Aku ingat, rasamu yang semanis madu. Tubuhmu, ya payudara kecil dan kemaluan yang masih perawan, mau tidak mau membuatku terus memikirkan dirimu. Ah.... Walaupun mati hari ini, aku harus kembali mencicipi kemolekanmu.... Alula Yan... Ha ha ha!" bisik Pan tepat di wajah Anna, dengan penuh gairah. Bahkan, ia mulai menjilati wajah Anna, seakan itu adalah sesuatu yang begitu lezat.
102.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 63 Beses bilang panas dalam di bibir
Read
+Library
Cinta Panas Sang Penyamar

Cinta Panas Sang Penyamar

tanya Sisi. “Tidak, hanya di bibir yang tidak terlalu sakit. Entah kenapa, tak terluka parah. Aku juga bisa bekerja, jangan khawatir.” “Kenapa masih mikir kerja sih? Baru aja kena musibah,” rengek Andini yang tak mau Daffi terluka dan terus memeluk Daffi. “Aku luka di sini aja, gak ada luka yang lain. Semalam tuh be9alnya kayak ketemu malaikat ma-ut, mereka kayaknya lebih parah lukanya daripada aku.”
1.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 30 Beses bilang panas dalam di bibir
Read
+Library
Gara-Gara Tak Pakai Lipstik

Gara-Gara Tak Pakai Lipstik

“Tidak bisa cukup! Harus dibahas! Terutama pandanganmu terhadap lipstik. Ini, nih! Nih! Lihat pantulan dirimu di cermin!” Tante Ema menarik lenganku kasar menuju cermin besar yang terpasang di dekat etalase pajang bunga imitasi. “Lihat dirimu, Mika! Pucat karena tidak memakai lipstik! Sudah mirip orang pesakitan saja kau!” “Aku rasa tidak seperti itu, Tante. Aku memang belum sarapan, makanya terlihat pucat seperti orang kelelahan. Apa lagi aku baru saja dipermalukan,” ungkapku membela diri tanpa takut-takut lagi.
1.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 30 Beses bilang panas dalam di bibir
Read
+Library
My Boyfriend

My Boyfriend

Membuat Gibran terbuai, dan enggan untuk mengakhiri ciuman tersebut. Sampai pada akhirnya, Aletta sudah merasakan sesak di dada. Dia menarik sedikit bibirnya, namun Gibran segera melumatnya lagi. Mmmm Aletta menepuk punggungnya pelan. Gibran tersengeh saat susah sadar. "Kamu, ya. Nafasku sudah hampir habis, Bunny!" gerutunya. Gibran tersenyum sambil menggaruk tengkuknya. "Habisnya. Bibir kamu bikin candu, Honey. Manis. Seperti madu," ucapnya terkekeh geli.
4.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 87 Beses bilang panas dalam di bibir
Read
+Library
Pemuas Hasrat Sang Paman

Pemuas Hasrat Sang Paman

Suara decapan bibir terdengar cukup nyaring, ciuman lembut pada awalnya kini mulai menjadi sangat panas seolah membutuhkan pelampiasan dan sesegera mungkin memburu kenikmatan. Belle, wanita 21 tahun itu benar-benar sudah tak lagi bisa menahan diri dan memasrahkan saja tubuhnya kepada sang Paman tak perduli betapa memalukannya hal itu. Ah, tunggu! Untuk apa juga dia merasa malu? Toh, Jelios juga sudah paham benar bagaimana bentuk tubuh Belle, dan bagaimana aroma tubuhnya bukan? Lagi pula, sekarang mereka sudah menjadi suami istri, jadi peran sebagai pemuas hasrat sang Paman sudah tak lagi memalukan untuknya.
9.5273.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 6.0K Beses bilang panas dalam di bibir
Read
+Library
Marriage Partner

Marriage Partner

dan Gevan merasa bisa melakukan ini selama berjam-jam tanpa bosan. Namun tiba-tiba saja Aluna melepaskan pagutan bibir mereka. "Hhh... Pak... itu... hhh... ponselnya bunyi...," ucapnya dengan nafas yang terputus-putus karena penyatuan bibir mereka yang nyaris tanpa jeda membuatnya sulit menghirup udara. "Biarkan saja..." cetus Gevan tak peduli dan ia pun kembali menyerang bibir Aluna dengan agresif.
1016.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 381 Beses bilang panas dalam di bibir
Read
+Library
Pernikahan Rahasia dengan Dosen Killer

Pernikahan Rahasia dengan Dosen Killer

“Justru masih enak menurutku. Memangnya menurut lidahmu rasanya belum pas?” Brandon mengangguk-angguk. “Mungkin lidahku yang terlalu sensitif.” Sorot matanya terfokus pada warna bibir di hadapannya tidak seperti biasanya. “Omong-omong, tumben kamu pakai lipstik ga terlalu tebal.” “Padahal aku pakai lipstik seperti biasanya. Memangnya bibirku kurang merah kali ini?” “Lebih condong, menurutku kamu pucat.”
105.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 115 Beses bilang panas dalam di bibir
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status