Kekhilafan Satu Malam
Dia benar-benar memanfaatkan keadannya yang sakit untuk bisa dekat dengan Binar.
"Ada saus di bibirmu." Mata elang itu fokus di bibir ranum sang wanita.
Binar menjilati sudut bibir kirinya, tetapi Aiman bilang masih ada. Tangan pria itu terjulur, memegang dagu Binar, lalu jempolnya mengusap sudut bibir sang wanita yang ternodai saus itu. Mata Aiman menatap nanar pada bibir ranum yang memerah menggoda tersebut. Aiman masih ingat sekali bagaimana manisnya rasa bibir itu, bisa menghilangkan dahaga Aiman, laksana oase di padang pasir. Aiman masih mengusap bibir Binar, membawa bibir itu ke bawah dengan hasrat yang mulai naik. Terlihat jakun pria itu naik turun dengan berat. Aiman ingin kembali me
Hot Chapters