Sang Pewaris Arogan
Ia duduk lagi, menatap pena di tangannya, lalu menuliskan beberapa baris di kertas.
Tulisan itu bukan surat pengunduran diri, bukan pula laporan. Hanya kalimat pendek yang tergores pelan, “Balas dendam membuat kita menang sesaat, tapi kalah selamanya di hadapan hati kita sendiri.”
Ia merasakan sesuatu yang asing di dadanya, bukan marah, bukan puas, tapi kosong. Kosong yang menakutkan.
Dan di kejauhan, dari arah jendela, suara mesin mobil Alvaro terdengar samar.
Bab Populer