Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Hidup Berbalik Arah

Ketika Hidup Berbalik Arah

Reaksi Faye menandakan bahwa dia masih mengingat sejumlah kenangan, dan masih ada kesempatan bagi Zayn untuk menyelamatkan hubungan mereka. Dia mengulurkan tangannya untuk memegang tangan Faye. “Fifi, kembalilah padaku. Aku kembali, dan aku tidak akan meninggalkanmu lagi.” Faye sangat gelisah sehingga tubuhnya mulai gemetar. Ia menepis tangan Zayn. Faye berdiri dan memegangi kepalanya saat dia berteriak, “Jangan mengganggu ketenangan pikiranku! Semua hal pada dasarnya kosong. Tidak terlahir atau dimusnahkan, tidak suci ataupun ternoda, tidak bertambah atau berkurang. Oleh karena itu, tidak ada bentuk, perasaan, pikiran, atau pilihan yang hadir dalam kekosongan. Tidak ada kesadaran diri.”
92.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77.5K kali sebagai pandangan kosong
Tampilkan Ulasan (326)
Baca
+Pustaka
Tho Maz
Ceritanya lumayan bagus cuma sayangnya updatenya terlalu sedikit, hanya 5 bab dan jumlah halaman tiap bab sangat pendek. Sebagai pembaca aku merasa sangat kecewa tak terpuaskan. Selanjutnya sebagai saran sekaligus harapan pada penulis untuk menambah bab dan halaman dalam updatenya, minimal 10 bab.
darwin kayong
ceritanya gak lengkap banyak yang gak selesai terutama kakek zen yg misterius, lelaki bertopeng dan wanita misterius, kabar dari orang suci dan kabar apakah listiha ikut dunia perkumpulan atau dunia orang awam gak jelas semua...
Baca Semua Ulasan
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

"Dalam arsip kami yang paling kuno, ada catatan tentang fenomena serupa. Disebut 'Kekosongan yang Menggerogoti'. Catatan mengatakan ia tidak dapat dihancurkan, karena ia adalah ketiadaan yang aktif. Tapi... ia bisa dibungkus. Dibatasi. Dikurung dalam sebuah wadah dari realitas yang dikompensasi dan distabilkan secara sempurna." "Angin" dari Para Penenun juga menyumbangkan persepsinya. "Ia lapar akan makna. Bukan untuk dimiliki, tapi untuk dihilangkan. Dalam filosofi kami, ini adalah penderitaan tertinggi—sebuah keinginan untuk bukan-ada yang begitu kuat sehingga mulai memakan keberadaan itu sendiri. Mungkin... memberinya 'makna kosong' yang telah dipersiapkan bisa mengelabui atau memuaskan l
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai pandangan kosong
Baca
+Pustaka
Bayangan Dalam Pandang

Bayangan Dalam Pandang

Mata kami berdua terbelalak, ketika menyaksikan apa yang ada di balik pintu. Kalian tahu apa yang kami lihat? Ruangan itu kosong! Hanya ada sebuah loker dan sebuah kursi, tapi tidak ada siapa pun di sana! Aku buru-buru meraih pintu loker, kemudian kubuka. Tentu saja hasilnya nihil! Tidak ada Satoru-san di situ. Ukurannya sangat kecil, dengan lebar kira-kira setara lengan bawah orang dewasa dan tinggi hanya setara tinggi badanku. Tidak mungkin dia di situ. Namun otakku yang sudah dilanda cemas dan panik sulit untuk diajak kerjasama.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai pandangan kosong
Baca
+Pustaka
The Second Season

The Second Season

Tubuhnya memang berada menikmati suasana saat ini, tapi pikirannya melabung tidak ikut menikmati apapun. “Hampa. Rasanya seperti ada yang kosong, harus diselesaikan, ingin mempercayai hal yang tidak seharusnya. Kenapa rasanya gue berharap kalau mimpi itu bukan sekedar mimpi? Kalau yang mustahil itu benar adanya terjadi.”
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai pandangan kosong
Baca
+Pustaka
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

"Aku nggak berjuang saat mereka menekanku. Aku terus mengalah dan berkompromi, terlalu lembut pada orang yang menyakitiku. Aku begitu bodoh." "Baiklah, kalau ada kehidupan setelah ini, apa yang kamu inginkan?" "Aku ingin di kehidupan selanjutnya, aku hidup tanpa beban, bersih dan bebas. Benar-benar hidup untuk diriku sendiri." Tuhan berbisik lembut, "Semoga di kehidupanmu yang akan datang, kamu bisa lebih egois." Dengan cepat, masa lalu itu berputar di depan mataku seperti sebuah film. Aku sekilas menyaksikan seluruh hidupku, dan setelah putaran terakhir, semua gambar-gambar itu lenyap begitu saja.
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai pandangan kosong
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Tugasnya: menulis surat seolah-olah kekosongan adalah teman lama yang harus disambut dan didengarkan. Anya menulis: “Halo kekosongan. Aku kira kamu menakutkan. Tapi ternyata, kamu hanya menunggu aku mau duduk diam bersamamu.” 13.00 – Diskusi Kelompok: “Apa yang Kita Cari Saat Kosong?” Setiap orang berbagi: Apakah mereka mencoba mengisi kekosongan dengan kerja berlebih? Apakah mereka menutupinya dengan orang lain?
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai pandangan kosong
Baca
+Pustaka
Kinari dan Benang Waktu

Kinari dan Benang Waktu

Kael mengerutkan dahi, “Kalau begitu, jika kita uraikan kembali—‘Nolvarëa’… Pilar abadi, atau mungkin ‘Kosongkan’ dalam arti metaforis; ‘Si’van thal’qel’… mata dan bayangan, ‘lyriën vhalë karnys’… jalan dan terbuka.” Kinari menarik napas dalam, matanya menyipit seolah mencoba menembus lapisan-lapisan makna tersembunyi. “Kalau kalimat itu disatukan berwrti ‘Kosongkan mata dari bayangan, maka jalan akan terbuka’," Kinari mengusap dagunya, lalu matanya menyipit. "Jadi ini bukan hanya pesan biasa. tapi sebuah perintah—ajakanku untuk melepaskan persepsi yang tertutup oleh ilusi.”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai pandangan kosong
Baca
+Pustaka
BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK

BAIT-BAIT CINTA SANG PEMBERONTAK

Setelah cukup puas menasehati Moza, Pak Gandara pun berlalu meninggalkan Moza yang masih terdiam dengan pikiran yang entah mengembara kemana. Malam harinya Moza terlihat sedang berdiri di pinggir jendela kamarnya. Pandangan matanya menatap kosong ke luar kamar, sedangkan ingatannya mengembara jauh ke masa lalu, masa lalu yang kelam dan masa muda yang seakan-akan hilang dalam perjalan tanpa arah tujuan. Entah apa pun itu, seakan-akan banyak yang hilang dari hidupnya. Dan entah mengapa, ia merasa kalau kehidupan yang ia jalani saat ini seakan-akan penuh kehampaan. Hanya kebencian dan amarah yang selalu menyelimuti pikiran mudanya. Meskipun dari lubuk hati terdalamnya, itu semua sungguh meresa
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai pandangan kosong
Baca
+Pustaka
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Sebanyak apa pun dirinya berusaha, lagi-lagi langit tetap memilih petang, membungkam gemintang. Pandangannya jauh ke atas menembus lapisan tanpa ujung batas. Ia kais-kais sisa hatinya yang tak tercabik. Berkelebat riang dan tawa yang sesaat. Terngiang cita-cita bersama yang saat itu rasanya begitu dekat untuk menjadi nyata. Sayangnya cerita berlangsung singkat. Andai saja bukan dia. Andai saja bukan dirinya. Terkadang dia pun berpikir bahwa mungkin Tuhan memang tak ingin melihatnya bahagia. Ia sudah teramat lelah bertanya soal keadilan.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai pandangan kosong
Baca
+Pustaka
Wanita Yang Menundukkan Pandangannya

Wanita Yang Menundukkan Pandangannya

tebak Agus yang tepat sasaran. Andhika menatap Agus dengan pandangan seakan bertanya, apa terlihat begitu jelas. "Kelihatan jelas sekali kalau kamu lagi jatuh cinta! Senyum-senyum sendiri sambil melamun. Dan tatapanmu tadi pas aku tanya, sudah menjawab semuanya," ucap Agus lagi. "Memangnya terlihat sejelas itu ya?" Andhika menggaruk kepalanya asal.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai pandangan kosong
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status