Gelang Langit
"Jangan tertipu. Di ruang ini, apa yang tercermin bisa menjadi nyata jika kita goyah."
Bayangan Tirta di permukaan danau mulai bergerak, mengangkat tangan, menirukan setiap gerakan Tirta namun dengan jeda aneh, seolah ada kehendak sendiri. Tatapannya menusuk, senyumnya tak hilang. Lalu tiba-tiba, ia menunduk, dan ketika kembali mengangkat wajah, matanya tidak lagi menyerupai mata manusia — melainkan hitam pekat, berputar seperti pusaran.
Ayu tercekat. "Itu bukan sekadar pantulan... itu sedang mencoba keluar."
Sikat na Kabanata