Dokter Sakti Penguasa Dunia
Ewan berkata, "Puisi ini lumayan bagus. Dua baris pertama lugas, penuh semangat dan bebas, sedangkan dua baris terakhir megah dan agung, memiliki gaya tersendiri. Terutama baris terakhir ... 'Tak tertandingi, tiada banding di dunia' ... sungguh bagus. Kalau ada kesempatan, puisi ini harus dibacakan untuk Adipati Jawara, Barry."
Wajah Nazar yang tadinya penuh senyum ramah langsung mengeras saat mendengar nama Barry.
"Jangan! Nggak boleh!" Nazar buru-buru berkata, "Jangan sekali-kali membacakan puisiku kepada Barry. Barry itu cuma seorang tukang pukul, mana mungkin mengerti puisi? Membacakannya untuk dia sama saja seperti main kecapi di depan sapi."
"Begitu ya? Kalau begitu aku akan kasih tahu