Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

HUJAN SENDU Oleh: Pesona Senja Ada bilur serupa gores kenangan Pada tetes-tetes hujan sore Lagi dan lagi tetes menetes pada netra Bilur membilur dalam dada Mendung mengundang hujan Hujan merayu pendar cahaya jadi pelangi Tentu saja bisa! Tapi tak selalu, rintik hujan berbuah pelangi Harap tekat padamu juga padaku
106.1K viewsCompletedAdded to Library 121 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

Ia menggoreskan garis miring pertama, tajam dan tegas, menggambarkan rintik hujan yang mulai membasahi kaca luar bandara. Tangannya bergerak mengikuti ritme kerinduan yang mulai mengetuk. Di sudut kertas, di bawah sketsa hujan yang tampak begitu melankolis dalam balutan hitam dan putih, ia menuliskan sebait puisi dengan tulisan tangan yang sedikit bergetar. Sebuah doa sekaligus salam perpisahan yang ia simpan rapat dalam hati:
103.5K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
ANILA - Kutukan Angin

ANILA - Kutukan Angin

[sebab hujan, selalu buatku tenang] [dengan hujan, teriakku tersamarkan] [tanpa hujan, tiada kehidupan] [tanpa hujan, tiada kedinginan] [tanpa hujan, tiada nikmat Tuhan yang indah [tanpa hujan, tak akan ada cerita,] [tanpa hujan, tidak akan ada pelangi] [tanpa hujan, tiada rasa ketakutan,] [tanpa hujan, petir tak akan datang,] [dari hujan, dapatkan kebasahan] [dari hujan, semua dapatkan makanan,] [karena hujan, aku jadi banyak belajar] [karena hujan,] [Ingatkan ku akan–] saat di puncak rasa untuk menuliskannya tiba-tiba Anila terganggu oleh ketukan sebuah pintu Tik tok tok!
108.6K viewsOngoingAdded to Library 189 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Lelaki berpakaian ungu itu bahkan merapatkan ujung pakaiannya yang terbuka untuk menghalau dingin yang menyelusup tubuh. Merasa tidak ada yang ganjil dari Baramundi, Mamak Jambul kembali menikmati suasana hujan deras. Matanya sesekali memejam sedang cuping hidungnya kembang kempis menghirup udara dingin yang meliputi. Mamak Jambul begitu menikmati hujan selayaknya seorang pengrajin puisi yang hobi dengan rintik, petrakor, kenangan, basah, gelisah, terpisah, aroma dan ribuan kosakata lain untuk mewujudkan hujan dalam versi puisi.
101.8K viewsCompletedAdded to Library 42 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

Raina melambai pada Andra yang dibalas senyuman oleh laki laki itu. “Kaya artis aja pakai lambai lambai” cibir Raynal. “Eh, kok kamu bisa tiba tiba muncul sih kaya tuyul, kamu bukan Dewa Hujan kan?” tanya Raina bingung dengan kedatangan Raynal yang tiba tiba. “Enak aja samain kaya tuyul, kalau Dewa Hujan terlalu berlebihan kayaknya ya. Gimana kalau pangeran?” tanya Raynal.
18.7K viewsOngoingAdded to Library 748 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
ANYELIR KUNING

ANYELIR KUNING

Deras hujan setelah petir Meluruh bening tak mau henti Hari berlalu, tahun bergulir Nanah dan darah mengenang bagai belati Pada hati yang berpura bangkit Ketentuan takdir kembali menguji Tuhan percayakan sesuatu yang sulit Seperti menatap kiamat unjuk taji _____________________________
108.7K viewsOngoingAdded to Library 183 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
Premanku Canduku

Premanku Canduku

Kedutan berikutnya merupakan kedutan pengiring yang menguras habis kandungan dari kantongnya. Sesaat kemudian bersamaan dengan surutnya hujan, Hendy dan Nengsih terengah-engah dan rebah. Bale-bale gubug itu nyaris roboh. Bambu-bambunya ada yang lepas terjatuh. Mereka kini kegerahan dalam dinginnya sisa hujan. Keringat mereka bercucuran berpadu dengan air hujan yang membasahi sebelumnya. Hendy dan Nengsih telah meraih kepuasan yang sangat dahsyat. Pelan-pelan mereka bangkit dari bale-bale lalu memakai kembali seluruh pakaian basahnya.
1011.9K viewsOn holdAdded to Library 250 Times as pantun hujan gombal
Show Reviews (24)
Read
+Library
athena_vivian
Yudis, secara psikologis udah berumur, pastinya emosinya kaya naik-turun gunung, ga terkendali, maunya diperhatiin dan di emong. sikapnya yang demikian bisa terjadi lantaran ada 'sesuatu' yang mengganjal di benaknya. Dikit2 ngambek, marah, apalagi pas tau kalo istri pertamanya kaya Madame Antoinette
Diajheng WD
yudiss udah tua.. miskin pula.. ga bersyukur dapet daun muda masih kinyis2.. masih juga si firda mau bertahan walo kekurangan.. mana kurang belaian jugaa... mudah2an aja si firda puber ke dua gituhhh.. biar ditinggalin tuh si yudisss........... daoet berondong yang gagah perkasaa..eaa...eaaaa.........
Read All Reviews
Sebelum Hujan Membasahi

Sebelum Hujan Membasahi

Namanya juga mendung. Tak selamanya ia mampu mengundang hujan. Hadirnya hanya memberi isyarat kepada makhluk bumi agar lebih siap ketika hujan turun kembali membasahi. Sedia payung sebelum hujan, mungkin suatu selogan yang tidak asing lagi terdengar pada sepasang telinga kita. Perihal mendung dan hubungan, seakan menjadi sebuah kalimat yang berbeda, namun hampir mirip dalam pemberian makna. Bagaimana tidak? Ketika mendung mampu hadir tanpa memberi hujan, begitupula sebuah hubungan. Ia mampu hadir memberi kenyamanan, datang dengan sebongkah kata kepalsuan. I love you, I Miss You, dan lain sebagainya. Namun tanpa berdasarkan sebuah rasa sayang yang timbul dari perasaan.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
GANTENG-GANTENG PELIT

GANTENG-GANTENG PELIT

Aroma sambel ikan keranjang menggoda selera. “Emang, kamu tadi ngasih uang ke pengemis ya?” tanya Romlah saat sudah di dapur. “Iya, Nyak,” jawab Munaroh singkat karena sibuk masak. “Berapa?” “Sedikit, Nyak.” “Seratus ribu, ya?” selidik Romlah membuat mantunya tersenyum. “Iya, Nyak.” “Banyak amat,” protes Romlah. “Ngasih pengemis itu gopek apa seribu saja,” pesannya lagi.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 228 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
Gaun Pengantin

Gaun Pengantin

Andrew menatap satu ember bunga mawar yang ia bawa, membuka mulut bertanya. “Kak Andrew, kebetulan sekali. Bukankah diluar sana sedang hujan? Jadi aku datang untuk bersembunyi.” “Untuk apa kamu mengambil satu ember bunga mawar?” Jeje terkejut mendengar ucapannya, lalu bertanya. “Kak Andrew, hari ini adalah hari valentine, apakah kamu tidak tahu?” “Hari valentine? Benarkah? Kalau begitu.... kamu keluar untuk menjual bunga?”
1012.7K viewsCompletedAdded to Library 393 Times as pantun hujan gombal
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status