Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Shewolf

Shewolf

“Aku tak yakin akan hal itu. Takdir seolah mempermainkan kita dengan begitu mudahnya. Orang lain yang melihat pun pasti tahu tanpa menelisik lebih jauh. Kita ini Deltha, Nath. Kelahiran kita dinaungi ketidakberuntungan yang akan mengikuti sampai kapan pun. Jadi, aku sarankan untuk tidak berharap banyak pada hal yang tak pasti seperti itu. aku akan memilih untuk berlapang dada jika suatu saat mendengar kabar ibu telah tiada. Daripada aku berharap tapi nantinya hanya kekosongan yang aku rengkuh.” Nathaline terdiam. Serigala yang berada di dalam diri Lunar itu hanya bisa merenungkan perkataan she-nya. Perasaan menyesakkan yang mereka rasakan seolah mendorong mereka untuk menyalahkan takdir yang
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 532 kali sebagai pantun nasib
Baca
+Pustaka
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

Mencari tahu setiap tulisan dan gambar serta simbol yang tidak aku ketahui. Hingga akhirnya, di dalam suatu buku catatan kecil yang tampak kusam. Aku membaca sebuah tulisan tangan yang kata-katanya sama dengan seseorang yang mengucapkan sesuatu di dalam mimpiku. ‘Bagja, pati, cilaka geus di takdirkeun. (Bahagia, maut, musibah sudah ditakdirkan.)’ ‘Tapi takdir urang mah jigah kieu. (Tapi takdir kita sudah seperti ini.)’
9.631.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 657 kali sebagai pantun nasib
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Baca Semua Ulasan
Munajat Perawan Tua

Munajat Perawan Tua

tanyaku memasuki kawasan pesantren. "Nggak. Rania saja yang tidak sabaran,"ucapnya begitu bahagia. Seorang pujangga dalam naskah kasustraan seringkali berkata kehidupan ini berisi perjalanan. Tentu akan ada banyak orang yang akan ditemui di jalan. Bahkan tidak jarang akan turut ikut bersama. Terkadang setiap pertemuan kecil memberikan pelajaran berharga untuk masa mendatang.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai pantun nasib
Baca
+Pustaka
Cinta Sepesukuan

Cinta Sepesukuan

Bu Suci memberi semangat pada putranya itu. Malang tak dapat ditolak, Untung tak dapat diraih. Itulah salah satu pepatah Minang yang mengambarkan seseorang mengalami musibah ataupun nasib yang kurang beruntung, seperti halnya yang dialami Ridwan dan Kintani. Perjalanan kasih mereka penuh dengan batu sandungan, yang kerap melukai meskipun mereka telah berusaha berjalan secara berhati-hati.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai pantun nasib
Baca
+Pustaka
ISTRI YANG DISIA-SIAKAN

ISTRI YANG DISIA-SIAKAN

Bahkan untuk sekadar bangun pun masih tak berdaya. Kehidupan berlanjut, semua menjalani garisan nasib yang sudah digariskan. Ada yang menuai buah manis dari kebaikan yang ditebarnya, ada juga yang tengah menangis tersedu karena merasa hidupnya suram dan sepahit empedu. Hidup yang didambakannya tak seindah asa. Karena memang awalnya dia menanam cara yang salah sehingga akhirnya yang dituai pula buah perbuatan yang serupa.
1071.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai pantun nasib
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Kemana dia berjalan, itulah hidupmu Kemana dia berpijak, itulah nasibmu Dimana dia menangis, itulah matimu Dimana dia terbaring, kau bukan siapa-siapa Dia menangis, kau tertawa Dia menangis, kau berdusta Dia menderita, kau bahagia Dia bahagia, kau penuh cita Inilah hidup kita, hidup dia Dia hidup karena ingin hidup kita Dia makan, karena kitalah akan makan Sejak sore tadi, ibu mengerang
8.910.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 369 kali sebagai pantun nasib
Baca
+Pustaka
Tunjukkan Pesonamu, Nina!

Tunjukkan Pesonamu, Nina!

Bagas mengernyit bingung. "Nggak tahu juga. Tapi bikin kepikiran juga sih," Gumam Nina. "Nggak usah mikir yang aneh-aneh. Hidup emang nggak ada yang tahu, tapi bukan berarti dalam hidup wajib ada nasib sialnya. Siapa tahu kamu emang terlahir dengan banyak keberuntungan," Bagas menenangkan. "Iya, tapi gimana kalau ternyata pernikahanku nanti nggak sempurna? Gimana kalau nikah bikin aku hidup di dalam neraka? Gimana kalau ternyata omongan mereka benar?"
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai pantun nasib
Baca
+Pustaka
Berebut Pantas

Berebut Pantas

janji Zen di ujung teleponnya. Nekat berhutang, tapi di hadapan Zen tengah tercipta kondisi yang menguntungkan. Itulah yang membuat dia tidak ragu untuk meminjam uang. Keyakinan itu tentu tidak serta merta didapatkan. Pengalaman dalam bisnis serta jungkir balik menghadapi kebangkrutanlah yang membuat dia bertindak cepat mengikuti alur kehidupan.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai pantun nasib
Baca
+Pustaka
Nameless Love

Nameless Love

] Pesan ke tiga. Dan pesan lainya adalah 'Ping' entah berapa kali ia kirim. Entah aku yang tidak bisa lepas atau memang dia yang tidak ingin dia melepaskan? Aku segera membalas chat tersebut. Tidak ingin membuatnya cemas seperti waktu itu. [Alhamdulillah, Nimas sudah sampai kampus dengan selamat. Iya, nanti pasti makan, kok. Mas tenang saja. Selamat menjalani aktifitas hari ini untuk Mas Alshad]
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai pantun nasib
Baca
+Pustaka
BERCINTA DENGAN HANTU

BERCINTA DENGAN HANTU

jelasku gelagapan dengan pembalikan kata tanya darinya “Kalau bagi mas sendiri menikah cukup satu kali, tapi kita semua kan tidak tahu kedepan seperti apa, siapa tahu dek Ninik tidak nyaman sama mas” “Oh itu… kita pasrahkan saja semua sama Allah, kita hanya menjalani semua takdir dengan ikhlas, ikhlas dengan yang sudah terjadi, ikhlas dengan yang sedang terjadi, dan ikhlas dengan apa yang akan terjadi, hidup nggak usah dibuat rumit, hidup akan berat kalau kita selalu khawatir dengan segala hal, kita jalani saja kehidupan ini dengan pasrah ke Gusti Allah, maka hidup akan lebih tenang dan damai” Urai Ninik panjang lebar
9.882.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai pantun nasib
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status