PULANG DARI RANTAU
Cahaya tersenyum, lalu dia mengusap pipi Kirana.
“Nanti Mama buatkan, ya!” tukasnya seraya tersenyum.
“Wah kamu suka ya, Sayang! Tante ada buat banyak, tapi ternyata Aidan gak suka nastar, sukanya malah bolu pandan. Nanti Tante bungkusin buat kamu, ya!” tukas Rara bersemangat sekali. Melihat Kirana yang tampak penurut membuatnya ingat pada masa kecilnya dulu. Kalau bertamu ke rumah tetangga apalagi yang bisa dikatakan orang kaya, pasti menoleh dulu pada Ibu untuk meminta persetujuan. Dia bahkan langsung bangkit lagi untuk mengambil nastar buatannya yang cukup banyak.