Cintaku Bagai Layangan Putus
Ini bukan penjara, tidak ada kunci, tidak ada rantai, tetapi membuat aku tetap merasa terkurung.
Hari ini, akhirnya ada seseorang yang datang. Seorang pria muda membuka pintu dan bersandar di ambangnya. Dia tidak mengenakan topeng. Dia memiliki rambut pirang, mata biru, dan tidak ada aura yang mematikan seperti bosnya. Hanya senyuman yang cerah.
“Hai, Putri Perban,” katanya dengan tangan di sakunya. “Senang melihat kamu tidak mati.”
الفصول الرائجة