Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PREMAN DILAMAR SHALEHAH

PREMAN DILAMAR SHALEHAH

Sehingga, santri yang mencuci, mandi, makan bahkan tertidur segera berlari setelah mendengar kalimat tarji. Dalam waktu yang tidak lama, para santri sudah berkerumun menyaksikan manusia yang selama telah membimbing dan memberikan ilmu pada mereka, tengah terbaring kaku dan tak bernyawa. Isakan tangis dan Air mata menjadi saksi bahwa pondok pesantren tengah dilanda duka. Manusia yang terbaik di tempat itu telah tuhan ambil untuk kembali menghadap pada-Nya dengan jiwa yang tenang.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Bayi Lucu Sang Janda Kembang

Bayi Lucu Sang Janda Kembang

Tetttttt Tetttttt Tetttttt Benar saja perkataan Heru, suara tlakson berulang kali memekikkan telinga mereka. "Bondan, apa yang kamu lakukan? cepat buka gerbang atau aku akan menabraknya" Nanda tampak geram setelah keluar dari rumah Alvin. Bondan segera membuka pintu gerbang membiarkan Nanda keluar dari kediaman Alvin. "Dasar Pemalas," umpat Nanda keluar gerbang, mengumpati Bondan. Bondan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Dia sudah bersiap menjadi bahan amukan Nanda. Sementara Heru hanya terkekeh melihatnya.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Mencuri Harta dan Cinta

Mencuri Harta dan Cinta

Anisa yang memberikan alasan yang lumayan masuk akal. Di pondok itu setiap waktu libur sebagian santri melakukan olahraga pagi, ada yang joging, ada yang berlari keliling lapangan. Tapi biasanya yang berlari keliling lapangan itu hanyalah Santri Putra. Santri putri tak bisa berlari takut auratnya tersingkap. Keysa mengedipkan mata padanya. Beruntung juga punya sahabat, bisa dibayangkan jika Keysa tak punya teman, maka dia bisa sangat kerepotan di pesantren yang lumayan ketat ini.
109.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Mengembalikan Senyum Bidadari

Mengembalikan Senyum Bidadari

Pandu berusaha menolak, tetapi Ustaz Fahri memintanya untuk memberikan kesempatan pada santri itu untuk berbakti. Hati Pandu terasa damai, ketika memasuki area pondok. Ratusan santri berwajah teduh tampak semangat memasuki masjid. Ini menjadi pemandangan menarik bagi Pandu, karena hal ini sudah langka terjadi di daerah perkotaan, apalagi kompleks perumahannya dulu.
10166.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Istri Seksi Tetangga Sebelah

Istri Seksi Tetangga Sebelah

"Jalan-jalan ke Pangandaran Jangan lupa membawa tikar Mohon maaf kami bawa rombongan Sengaja datang untuk melamar" Didin berpantun, membuat suasana yang tegang menjadi sedikit longgar. "Beli jagung untuk dibakar Dibakar di depan rumah Pak Daud Jika Abang ingin melamar Coba sebutkan nama janda yang Abang maksud."
9.9128.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai pantun santri pondok
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Van_Ok💜
ASSSSSEEEEKKKK ,,TETEH ADA YG BARU... MANTAPS ... CERITA TETEH MAH KEREN SEMUA ,,SELALU SUKA AMA KARYA TETEH,,PASTI MENGHIBUR KARENA GENRE KOMEDI ROMANTISNYA G PERNAH KETINGGALAN JADI SELALU BIKIN CERITA TETEH BERWARNA DAN BEDA AMA PENULIS YG LAIN... MANGATSS TRUS BERKARYA TEH,,BORAHAE......
Landong Herjunno
Wih, cerita yg susah untuk diceritain ..., ini cerita terbaik yg pernah saya baca. Pernah terjadi dlm hidup saya dan di Bandung jg, cm bedanya wanita itu hamilnya bukan dari awal saya ketemu dia, melainkan saat dia akhirnya pindah dr kosnya dan sampai detik ini saya ga pernah bisa temuin lagi dimana.
Baca Semua Ulasan
Love of My Life

Love of My Life

gerutu Pandan sebel. "Bejalan hendak menepi. Supayo idak tepijak kanti. Becakap piaro lidah. Supayo kanti idak meludah." Pandan terdiam. Soalnya ia sama sekali tidak tahu apa arti kata-kata si Mahater ini. Dia yang dari lahir dan besar di ibukota seperti ini, manalah ia mengerti bahasa daerah Jambi. Lain kalau tadi ibunya yang diberi jawaban berpantun seperti ini. Pasti bisa langsung dibales dengan sama merdunya oleh ibunya. Lah dia ini kan tahu pantun cuma dari acaranya almarhum Olga dan Kang Opick doang. Paling pantun yang melekat di kepalanya itu adalah kata-kata; masak aer biar mateng. Dan dijawab audiens dengan kata; cakeppp. Dah itu aja.
9.921.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 494 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Mendadak Dinikahi Direktur Syar'i

Mendadak Dinikahi Direktur Syar'i

Namun, dengan cara yang lebih bersih dan elegan. “Mbak, kita ini lagi mau sowan Abah. Jadi, simpan kata-kata Mbak yang nggak penting itu.” Salwa mendelik tajam, tapi gegas ia tahan saat mendengar suara langkah kaki. ‘Dia ini lemah. Bagaimana bisa dia tetap berani berdiri?’ Lalaran dari para santri turut serta terdengar serempak, dipadu dengan ketukan curigen ala anak pondok. Menciptakan atmosfer damai yang menyingkap perbincangan tegang di antara mereka.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Pengantin Dadakan

Pengantin Dadakan

Pamanku yang satu ini mahir membuat pantun. “Bulan puasa memakan kurma. Satu butir untuk berdua. Yang menunggu lama-lama. akhirnya bersanding penuh bahagia.” “Eaaak,” sahut Can di depan paman kami berdua. “Langit membentang warnanya biru. Datang hujan menimpa batu. Selamat menempuh hidup baru. Semoga bahagia sepanjang waktu.” Aku tersenyum mendengar pantun pamanku.
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 453 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

Mungkin Dian Rara kelelahan setelah semalaman suntuk menari tanpa henti. Seperti biasa setelah berjemaah ashar, para santri pondok pesantren Al Barokah berbondong-bondong pergi ke surau untuk ngaji kitab kuning. Kiai Muntaqo (pimpinan pondok pesantren) menabuh kentungan sebanyak tiga kali petanda kalau pengajian segera dimulai. Dia lalu jalan dengan santai menuju surau sambil menenteng kitab kuning. Di dalam surau itu tampak santri putra dan putri sudah berkumpul.
8.314.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 323 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Mati Satu Tumbuh Seribu

Mati Satu Tumbuh Seribu

Dia bahkan menunjukkan lebih dari 80 halaman PPT berisi berbagai foto mesra antara aku dan Galang, termasuk foto pranikah kami. Seorang warganet dengan nama akun "Penegak Keadilan" menjadi naik pitam dan ikut berkomentar dalam siaran langsung tersebut. "Kasihan sekali Rani, wanita itu sudah merusak semuanya!" "Mereka bahkan sudah melakukan foto pranikah, tempat resepsi pernikahannya juga sudah ada. Tapi wanita itu malah merebut tunangan Rani hanya karena dia kaya dan berkuasa!"
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 302 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status