Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
 RITUAL GUNUNG KEMUKUS

RITUAL GUNUNG KEMUKUS

Akhirnya, keempat santri berpamitan kepada Kiai dan Parman. Mereka berjalan keluar ruangan dengan berbicara lirih. Parman masih bisa sedikit mendengar arah pembicaraan mereka yaitu ada sebuah gedebok pisang hangus di dapur. Mereka berbicara sambil sesekali beristigfar. “Astaghfirullahaladzim!” “Masyaallah!” “Allahu Akbar!”
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 724 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Kutukan Sang Putri Pesantren

Kutukan Sang Putri Pesantren

“Kebaikan? Kebaikan apanya? Papa mau masukin aku ke sini supaya nggak ada beban lagi di rumah, kan? Supaya nggak ada lagi anak gadis yang kerjanya cuma bisa rebahan aja. Iya? Papa emang udah gila!” Ucapan sang gadis tentu saja membuat beberapa santriwati yang menonton beristigfar. Keributan kecil itu semakin menarik atensi, hingga seorang pria paruh baya yang mengenakan gamis putih dan serban mendekat. Terlihat beberapa santriwati memberi jalan untuk pria paruh baya yang sepertinya merupakan pemilik pesantren ini. “Assalamu’alaikum,” ucapnya dengan suara pelan. Baik Clara maupun kedua orangtuanya terdiam sejenak.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Pantaskah Surga Untuknya?

Pantaskah Surga Untuknya?

Menghamparkan sajadah. "Allahu Akbar..." Suaranya lirih. Sajadahnya basah oleh air mata. "Ya Allah... aku lemah. Aku bodoh. Aku hancurkan rumah tanggaku. Ampuni aku... tunjukkan jalanku." Akan tetapi, doanya terganggu oleh suara telepon yang berdering nyaring. Berkali-kali. "Kriiiiing... Kriiiiing..." Di layar terpampang nama Nurlaela.
10822 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Catatan Si Boi

Catatan Si Boi

Setelah mengucapkan terima kasih, aku diminta mengikuti pemuda itu menuju kamarku. Kami berkenalan saat berjalan menuju pondok. Namanya Mas Rangga, dia sejak kecil sudah tinggal di sini dan merupakan santri yang paling senior. Di pesantren ini hanya ada 5 orang santri, sehingga ditambah aku jumlahnya hanya 6 orang. Satu orang santri sedang pergi ke Jakarta untuk mendaftar kuliah. Sisanya adalah warga lokal yang disuruh belajar agama oleh orang tuanya. Praktis hanya kami berdua yang menemani Pak Kyai tinggal di pesantren ini.
9.916.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 411 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Setiap kali melihat ujung desa, aku tidak pernah menemukannya. Hanya ada sekawanan burung yang melintasi rumah. Capung, kupu-kupu merupakan teman sepiku yang melesatkan ingatan ke masa depan. Apalagi, angin senja menerpa wajah yang berpeluh keringat karena sengatan matahari sore. Ranting yang patah seolah mengingatkan, bahwa hari akan berlalu begitu saja. *** “Nduk, mandi! Terus berangkat ngaji ke masjid,” ucap Emak yang sedang menyiapkan makan malam di meja.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

#30HariMenulisNovelBatch5 #Day4 #SangKupuKupuMalam #Part3 Sub judul: Lelaki Misterius Genre: Romance sad Nama: Rita Juwita Jumkat: 985 Jam menunjukkan sembilan pagi. Ayu masih saja bergeming di tempat tidur. Rasa lelah, muak dan sedih bercampur menjadi satu. Kantuk sudah hinggap sedari tadi. Namun, wanita cantik itu masih sulit untuk memejamkan matanya. Dia masih terus memikirkan ucapan Agni. Bagaimana perasaan anak gadisnya selama ini? Apakah tersiksa seperti yang dia rasakan?
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Sang Penari Pujaan Hati

Sang Penari Pujaan Hati

Happy Reading ***** Alunan musik tradisional khas kota Banyuwangi mengiringi tarian seorang perempuan bermahkotakan omprok dengan ornamen tokoh Antasena. Salah satu tokoh pewayangan. Tangan kanannya memegang kipas, sedangkan tangan kirinya memainkan sampur yang menggantung pada leher. Pinggulnya bergoyang selaras dengan perpindahan kaki dan gerakan bahu.Dialah Jelita, sang penari Gandrung yang cukup terkenal di desa ini.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Anak Anak Muda

Anak Anak Muda

Kami menyusuri Santri tersebut melangkahkan kakinya. “kayaknya sejak gua ninggalin ini pondok banyak sekali perubahan”, Ujar Farel. Hingga Santri itupun berhenti. Dan dengan kebetulan Seorang Pria paruh baya dengan mata teduh dan berjenggot itu menghentikan Kami. Beliau adalah Fathur??
1010.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 333 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

Pangeran Kesembilan tersenyum lebar, seolah sedang menyaksikan tontonan paling menghibur dalam hidupnya. “Lihatlah… sekumpulan serangga berlarian seperti babi yang hendak disembelih…” Ia merapatkan dua telapak tangannya. Energi immortal terkumpul. Tanah bergetar. Angin berdesir mundur seolah takut. “Sungguh membuatku bersemangat…” Swoooshhhhh… Bzzzzzzzttt…. BAAAAAAAAAAAM!! Satu hantaman. Hanya satu.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 341 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Putri yang Sesungguhnya

Putri yang Sesungguhnya

katanya lagi penuh dengan permohonan “Mana ada pencuri mengakui dirinya sebagai pencuri. Semua pencuri pasti akan mengakui dirinya sebagai malaikat. Menjijikan sekali!” Melihat satpam yang sudah datang, Deolinda menyerahkan tugas untuk mengusir dua wanita itu kepadanya. Deolinda sendiri memutuskan untuk beranjak dari tempatnya. Namun saat baru saja dia berbalik badan. Suara mengudara, yang membuatnya mampu mengepalkan telapak tangannya
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status