Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

Bisakah mereka bersabar untuk menungguku pulang? Tatapan mataku melayang pada sebuah pondokan kecil di mana koperasi yang kubangun berdiri gagah di sana. Menatap satu-persatu santri putri yang memiliki banyak mimpi, terlihat saling guyon mengisi hari. Hidup di pondok dengan segala keterbatasan tidak membuat mereka merasa berduka, bisa dilihat binar di kedua mata mereka. Perlahan, mobil kami benar-benar sudah keluar dari pintu gapuro Annur.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Ifat

Ifat

Bang Fahmi dan Bang Idris berganti-gantian melanjutkan ceritanya, dan aku semakin takjub saja. Ada banyak pantun yang keluar. Jurus kata-kata dan silat kalimat pun berbalas-balasan. Namun, yang paling membuatku merinding adalah.., “Gulai patin sedapnya bukan buatan. Janganlah lupa mengunyah sirih. Tentang siapa pinangan diperuntukkan. Untuk anak kami Muhammad Fatih.” “Membeli pinang sampai ke kuala. Sisakan dia walaupun hanya sebiji.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai pantun santri pondok
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
carsun18106
dibandingkan mas joko dan abang ojek&polwan, ifat ini lebih lebih lebih segalanya, tidak salah kalau penulisnya bilang cerita ini menguras emosi, bukan cuma itu, bikin baper, kesal, sedih, haru, deg-degan, hadir silih berganti, greget juga sama ifat yg menyimpan begitu banyak perempuan di hatinya
Ayusqie
Selamat datang kaka2 pembaca. SUSAHNYA JADI MAS JOKO, novel romansa dgn bumbu olah raga.. ABANG OJEK Vs IBU POLWAN, nvl romansa dgn nuansa ojek n polisi.. sekarang sy hadirkan IFAT, novel romansa dgn nuansa aksi beladiri. Semoga kaka2 suka..
Baca Semua Ulasan
Ksatria Pengembara Season 1

Ksatria Pengembara Season 1

Hari itu, seorang penunggang kuda tampak berhenti didepan pondok as-siddiq, sejenak wajahnya terangkat dan bibir keringnya tersenyum saat melihat tulisan dipintu gerbang pondok yang bertuliskan : ~~~ AS-SIDDIQ ~~~ Caping bambu yang dikenakannya dibuka, terlihatlah seraut wajah lelaki tua yang sudah cukup berumur, tapi masih terlihat gagah. Selesai menghela keringat diwajahnya, sosok lelaki tua inipun turun dari punggung kudanya. Seorang santri terlihat berjalan mendekatinya. “Assalamu’alaikumwarohmatullahiwabarakatuh” ucap santri dengan ramah
9.9398.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.4K kali sebagai pantun santri pondok
Tampilkan Ulasan (69)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Novel Terbaru saya LEGENDA RAJA PENDEKAR Kisah perjalanan seorang pendekar muda bernama Jiu Long, hingga mencapai tingkat derajat tertinggi di dunia kependekaran saat itu. Menjadi orang nomor 1 di dunia persilatan dan mendapat julukan sebagai RAJA PENDEKAR. Jangan lupa mampir ya. Terima kasih...
Jagat Bumilangit
saya adalah fans berat KP dari awal. itulah resikonya kalau mengembara ke negeri2 luar apalagi di zaman persilatan wanitanya cantik2 menggoda syahwat sayapun mgkn akan seperti Bintang kalau saya sendiri yg jadi pendekarnya... Smoga nanti Bintang mengalami mati suri biar diperlihatkan siksa neraka...
Baca Semua Ulasan
Kubalas Kekejaman Mertua Dan Suami

Kubalas Kekejaman Mertua Dan Suami

Masa bodo dengan pandangan Zen ke aku nanti. Kutahan rasa kantukku dengan mengucek kedua mata ini juga sesekali melebarkan kelopak mata. Hingga apa yang aku tunggu membuahkan hasil. Suara pintu gerbang pondok terdengar. Segera aku keluar menyambut saat melihat seorang santri keluar dengan handuk terselampir di pundaknya. “Assalamualaikum, Mas. Mas kenapa dengan Zen? Ahmad Zaenal? Boleh minta tolong?“
1062.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
PERMINTAAN GILA KAKAKKU

PERMINTAAN GILA KAKAKKU

seru para kru. Pria jangkung bercelana jeans itu melangkah lebar menuju rumah utama Buya. Melewati jalanan cor yang sisi kanan kirinya pagar rumput setinggi pinggang. Agak jauh di sana tampak pondok-pondok santri yang merupakan rumah panggung berjajar. Angin sejuk sesekali menerpa rambutnya. Mandala menyugar melindungi pandangan mata. Sampai dia di depan rumah besar bercat putih. Membuka sandal dan mengucap salam.
10148.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai pantun santri pondok
Tampilkan Ulasan (43)
Baca
+Pustaka
dhee_n@
ini statusx msih bersambung thor, apa ad kemungkinan masih ad lnjutanx thor? stdakx bonchap msh mw lht daffa menmbal sobekan2 RTx, membahagiakan kel kclx aplg risa msh trauma smpe ad adekx cila thor... berkali2 ulang bc ttp sj nyesek... yok bs thor...
Eni Rahayu
seru banget ceritanya,,,, tambahin lagi hall babnya, kuarng puas bacanya kalau cuman 4 bab tiap harinya,,, soalnya bagus banget ini cerita, selalu aku update trs tiap jam, sangking nggak sabaranya aku dengan cerita selanjutnya......
Baca Semua Ulasan
Pelayan Sang Tuan

Pelayan Sang Tuan

Istri Sang Tuan Pandangan Davina dan Dirga saling bertemu untuk beberapa saat yang lama. Kedua pasang mata mereka saling melekat satu sama lain. “Siapa dia?” Brian dan Davina menoleh, keduanya saling pandang sejenak sebelum menjawab bersamaan dengan jawaban yang berbeda. “Pelayan Anda.” “Keponakanku.” Kening Dirga berkerut dengan kedua jawaban tersebut. Menatap Davina dan Brian bergantian.
1023.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 771 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Namun Ratu justru tahu apa maksud dari patung itu. "Pendekar Guntur Saketi pernah sekali tengah membuat patung ini, dia seperti sedang membaca sebuah syair. Namun lirik dari syairnya sedikit aneh. Seolah dia tengah menyampaikan sesuatu padaku." ucap Ratu membuat Jaka menoleh ke arahnya dan dengan pandangan penuh harap Jaka bertanya,"Apa yang dia katakan Ratu?"
1011.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Rahasia Panas Cinta Terlarang

Rahasia Panas Cinta Terlarang

tanyanya, sedikit merasa penasaran dan tak tahu arah pembicaraan Rafiq. Rafiq tersenyum tipis, matanya memandang lurus ke depan seolah-olah bisa melihat sesuatu di balik kegelapan. “Menurut cerita para santri lama, ada banyak makhluk halus yang sering lewat di sini. Mereka bilang, kalau malam tiba, jalan di depan pondok ini berubah jadi semacam ‘jalan raya’ bagi makhluk halus. Mereka berkeliaran, ada yang cuma lewat, ada juga yang sekadar menumpang lewat menuju tempat lain.”
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
 Ranjang Pengantin

Ranjang Pengantin

Suara Jim serak, matanya melihat ingin tau ke arah wajan yang mengeluarkan aroma menggugah selera. "Nasi goreng." Luna memandang Jim sekilas. "Cuci dulu mukamu, kau bahkan tak pernah shalat subuh. Bagaimana bisa hidup tenang tanpa beribadah sama sekali." Luna menggerutu. Papinya sangat keras jika berkaitan dengan agama. Itu makanya, Luna menjadi aneh jika melihat orang yang begitu santai meninggalkan ibadah sholat.
1023.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 530 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

JERITAN HATI SANG KUNTILANAK

Sembari meraut rambut panjangnya, Kuntilanak itu tertawa terkikik-kikik. Apa yang Rara sampaikan tentu saja sulit dipercaya. Sejak kapan ada mahkluk halus itu buang air besar? Aneh-aneh saja kelakuan Kuntilanak satu ini. "Kamu bohong, ya? Sejak kapan setan buang air besar dan makan jambu air? Jangan bodohi aku, deh! Aku ini smart people! Lulusan Universitas Terkemuka Di Azkaban!"
9.93.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status