Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ning Bidadari yang Dilamar 99 kali

Ning Bidadari yang Dilamar 99 kali

Selepas subuh aku langsung kembali ke rumah sembari menunggu abah yang masih ngaji bersama santri putra, membuka mushafku lagi untuk melancarkan setoran. Tapi radar ku sejak tadi tak berhenti mengusik, baru kali ini aku terlalu penasaran dengan santri yang baru masuk. Pondok milih abah ini terbilang kecil dan rata-rata yang mondok juga bukan anak sekolahan, kebanyakan sudah lulus sekolah atau malah sudah kerja. Sebenarnya tidak heran jika ada seseorang yang sudah kerja dan minta izin ikut ngaji, hanya saja radarku mengirim sinyal yang sangat kuat.
1014.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 491 Beses bilang pantun santri pondok
Ipakita ang mga Review (12)
Read
+Library
fanni nidda
Nggak pernah bosen baca cerita dari Bani Ahmad, paling favorit cerita gus nazril dan anak2nya. Pertama penasaran banget sama kisah kafa & biya sampai di bela2in beli ebooknya, terus beli novel gus dokterku, yang di baca berulang2 cerita master jenggala (masyaallah seru)
Eka Defy
subhanallah kak.... sungguh crta2mu itu bikin aku kepengen nyantri kak,bnr2 hbs bca crta tu rasanya makin cinta Al-Qur'an dan semakin cinta sm Alloh dan rasulnya ... trimakasih kak buat smua manfaat dr crt2 yg kakak buat
Basahin ang Lahat ng Review
Bara Dendam di Perbatasan

Bara Dendam di Perbatasan

Rasa penasaran di benak sang prajurit semakin bertumpuk-tumpuk. “Burung kepodang terbang tinggi. Bulunya indah kuning semburat.” Lelaki tua di depan sana bersuara. Ucapannya itu lebih mirip parikan, yaitu pantun pendek yang umum berkembang di Jawa. Untuk kesekian kalinya membuat Seta bingung sendiri. Namun tidak demikian halnya dengan Ki Sajiwa. “Yang dicari ada di sini. Marilah andika datang mendekat,” sahut sang petapa dari Teluk Lawa.
103.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 130 Beses bilang pantun santri pondok
Read
+Library
GANTENG-GANTENG PELIT

GANTENG-GANTENG PELIT

pesan Sri pada tukang somay yang kebetulan lewat di depannya. “Kok belinya dua, satu saja!” protes Ali. “Aku lagi lapar. Kalau makan satu berdua ga kenyang.” “Poci, poci, poci, poci,” teriak seorang anak dengan menenteng termos es ukuran besar. “Dek, es poci dua!” teriak Sri membuat anak itu mendekat. Dengan cekatan ia memberikan dua es poci dan sedotan. Sri mengulurkan uang.
106.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 173 Beses bilang pantun santri pondok
Read
+Library
Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan

Halaman area pondok putri menjadi ramai di siang hari, para santriwati berbaris rapi untuk mengantri mendapatkan seporsi baso sapi. Sayyidah mengembangkan senyumnya saat satu persatu dari santri itu mengucap rasa syukur. “Syukron Mba Sayyidah,” ucap santriwati berseragam putih biru kepadanya. “Sama-sama,” balasnya dengan tersenyum simpul.
1032.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 720 Beses bilang pantun santri pondok
Ipakita ang mga Review (37)
Read
+Library
Nona_happy
sayyidah bikin gereget, kadang ngeselin. thor, abbas gak mesti juga kale ke mall pake sararung, kasihan dia di cengin temen2nya sayyidah. tapi ya sudah lah, dasar anak pondok. lanjut ya thor, di tunggu up selanjutnya.
malapalas
BACA novel berjudul :CEWEK AGRESIF VS COWOK POLOS. kalian akan menemukan dari percintaan remaja sampai dewasa yang bakal bikin kita gemas sendiri, seru, ketawa ngakak bahkan geregetan dan terharu setelah beberapa tokoh bermunculan semua. Jangan lupa vote dan komen ya. Mksh.
Basahin ang Lahat ng Review
Bapakku Dukun

Bapakku Dukun

Perjalanan panjang Dyah sampai juga di pekarangan rumah Mbah Jonet. "Assalamualaikum," sapa Dyah ramah. "Waalaikumsalam," jawab mereka bersamaan. "Apa benar ini pondok Mbah Jonet?" tanya Dyah. "Benar, silakan masuk, Bu, Pak!" Salah seorang santri mengajak Abi dan Dyah Masuk. Mereka lantas menyuguhkan segelas air putih lengkap dengan kendi. Khas orang jaman dahulu.
1076.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.1K Beses bilang pantun santri pondok
Read
+Library
Rasa

Rasa

Meski hanya makanan yang sederhana, namun moment kebersamaannya inilah yang membedakan pondok pesantren dengan sekolah pada umumnya. *********************************** /Allahu akbar, allahu akbar Adzan merdu terdengar dari masjid. Dalam sekejap, suasana menjadi hening. Baik santriwati maupun santriwan diam menyimak adzan yang berkumandang. Tak lupa, setiap larik adzan mereka jawab. Semuanya diam khusyu hingga adzan selesai. Setelah selesai adzan, para santriwati mulai ramai mengantri untuk berwudhu di kamar mandi. Begitupun dengan Kyra dan Ataya.
104.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 111 Beses bilang pantun santri pondok
Read
+Library
Damai dalam Poligami

Damai dalam Poligami

“Dik, lihat! Ini pondok pesantren tempatnya tidak jauh dari sini. Kakak baca kalau pondok ini menerima santri mulai tingkat Sekolah Dasar. Mondok itu keren, Dik, belajar Alquran sampai pintar dan menghafalnya. Kalau hafal semua sampai tiga puluh juz bisa memberi orang tua kita mahkota di surga kelak. Keren kan?” kata Royyan sambil menunjukkan ponsel milik bundanya yang dipinjam. “Iya keren, Kak. Aku mau biar bisa kasih mahkota buat Bunda di surga nanti.” “Kalian sedang lihat apa?” “Kakek!” Seru keduanya serempak.
1021.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 759 Beses bilang pantun santri pondok
Read
+Library
Pesan Rindu Dari Ma'had

Pesan Rindu Dari Ma'had

Mereka juga teriak-teriak seperti pada saat latihan hadroh. "wetan kali... Kulon kali... Tengah-tengah ono mbaaaak Santri..." "saiki ngaji, sesok yo ngaji..Ben iso rabi karo mbak santriiiii.." Masyaallah.. Kreatifitas tanpa batas...
9.823.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 948 Beses bilang pantun santri pondok
Read
+Library
Damai Dalam Poligami Sesion 2

Damai Dalam Poligami Sesion 2

“Baik. Silakan pilih salah satu saung untuk beristirahat. Santri yang di jenguk akan dipanggil.” Kami mengangguk serentak dan segera beranjak setelah mengucap terimakasih. Terdengar suara pengeras suara memanggil nama Syamil dan Rayyan dengan bahasa arab yang sangat fasih. “Ma sya Allah. Pondok yang modern dan tertata sangat rapi.” Dokter Wan mengagumi semua yang terpampang di hadapannya. Sementara Anton tampak bangga karena dirinyalah yang merekomendasikan Pondok Pesantren tersebut.
102.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 72 Beses bilang pantun santri pondok
Read
+Library
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

Bisakah mereka bersabar untuk menungguku pulang? Tatapan mataku melayang pada sebuah pondokan kecil di mana koperasi yang kubangun berdiri gagah di sana. Menatap satu-persatu santri putri yang memiliki banyak mimpi, terlihat saling guyon mengisi hari. Hidup di pondok dengan segala keterbatasan tidak membuat mereka merasa berduka, bisa dilihat binar di kedua mata mereka. Perlahan, mobil kami benar-benar sudah keluar dari pintu gapuro Annur.
106.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 159 Beses bilang pantun santri pondok
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status