Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perempuan Berkhodam Pesinden

Perempuan Berkhodam Pesinden

ucapnya perlahan, lalu meninggal sepersekian detik. Tiba-tiba lukisan itu seolah hidup, keluarlah Pesinden sambil menyanyikan lagu jawa yang diiringi dengan suara gamelan. "Sekar macem-macem aruming wangi, Minggah kadhaton ndhawuhi suka, Jro pandelengan pan dadi siji, Liring pawestri kang sarwa esthi."
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Lalu perlahan-lahan, suara itu tumbuh menjadi melodi purba yang tidak berasal dari dunia ini. “Sora eta…” bisik seorang pendeta tua. “Sora nu pernah ngagebraykeun langit Gunung Tilu.” (Suara itu, adalah suara yang pernah membelah langit Gunung Tilu.) Ratu Rahayu tampak memejamkan mata, cahaya di sekitarnya pun bergetar. Dari ujung senar, muncul kabut tipis yang membentuk pola aksara Sunda kuno di udara. Tulisan itu berputar mengelilingi pendopo, memantulkan cahaya biru pucat di wajah semua orang.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
SANG PENGGODA

SANG PENGGODA

Hingga membuat Yura begitu penasaran dan mendatangi langsung, apa sebenarnya yang sedang dilakukan Reyhan di dalam sana. "Aku sedang memutar murottal Quran untuk membantuku memperbaiki ilmu tajwidku. Maaf kalau kamu merasa terganggu, nanti biar aku kecilkan volumenya," Itulah kalimat jawaban dari mulut laki-laki bernama Reyhan itu. Baik Reyhan maupun Katrina sungguh kompak dalam hal agama. Apa mungkin karena alasan itu, Reyhan menjelma menjadi sosok laki-laki setia yang sulit untuk ditaklukan?
1018.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 396 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
(A)Gus Nazril

(A)Gus Nazril

Dia melompat-lompat kegirangan di kasur dan menghambur ke gendongan gue. "Ganteng anaknya siapa??" "Papa Nalin!!!!" Nah baru bener kalau ini! Gue mengajak Reyshaka keluar kamar melihat-lihat suasana pondok yang sudah mulai sibuk. Para santri sibuk menata tempat acara, ada juga kelompok khataman hafalan juz 30 yang sedang latihan di panggung. Reyshaka melompat-lompat pengen ikut ke panggung. Perasaan ini anak baterainya enggak pernah habis.
1089.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai pantun santri pondok
Tampilkan Ulasan (38)
Baca
+Pustaka
Eneng Susanti
ini pakai POV campuran ya? Baru ngeh ... saking seru dan ngalirnya cerita. Keren banget ada romance religi yang populer kayak gini. Ikut senang lihatnya. Bikin semangat bikin karya. Saya juga nulis romance religi. Salam dari Khair dan Khaira, ya, Kak. Semoga bisa populer juga :D
Sophie Soffin
bagus menurutku, ada comedy nya ada sedihnya, ada senengnya jg. serius baca smpe terbawa cerita. ikut emosi wktu nazril lya nikah, eh trnyta cm mimpi. ikut kaget dan gak percaya lya kakaknya ralin trnyta mntannya nazril dan ketika tante rani nikah.
Baca Semua Ulasan
CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

---- /Kak, Aku udah sampai nih di pondok ---- //Selamat menjadi santriwati ya kamu ---- /Hehehehe orang-orang biasanya kalau masuk pondok dari kecil ya, aku malah udah setua ini baru ke pondok pesantren ---- //Ah sama aja, nggak ada larangan orang mau menuntut ilmu di usia berapa pun. Malah bagus buat kamu kan, ngajar di lingkungan yang mendukung kamu buat belajar ilmu agama
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Sang Tuan Muda Sejati

Sang Tuan Muda Sejati

Karena sebenarnya dia tidak ada urusan apapun dengan semua orang yang ada di depannya. “Hahaha!!” Herman jsutru tertawa meresponi perkataan Siska. Siska dan Raditya saling memandang, heran dengan tingkah Herman. “Sandiwara … penulis naskah … Bukankah hidup ini penuh sandiwara, penuh drama?” tukas Herman. “Aku pun sama terkejutnya dengan kalian karena drama di hidupku. Di usia yang sudah makin dekat ajal, aku mendapat berkah ini. Seorang putra yang aku dambakan sepanjang hidupku. Luar biasa bukan, drama yang terjadi padaku? Hahahaha …”
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Istri Kecil Ustadz Tampan

Istri Kecil Ustadz Tampan

“ jelas Intan dengan sabar menjawab setiap pertanyaan dari Rayyana. Rayyana hanya ber 'O' ria saja. Kemudian, ia berjalan menuju ke ndalem. Karena sedang jam istirahat dan kebetulan hari ini adalah hari senin, para santri dan santriwati melaksanakan puasa sunnah Senin-Kamis. Sesampainya di ndalem, Rayyana mengucapkan salam sebelum masuk dan menunggu jawaban dari dalam. "Assalamu'alaikum warahmatullah," sapa Rayyana dengan sedikit berteriak. Karena suaranya yang kecil, kemungkinan tidak ada yang mendengarnya.
9.55.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Damai dalam Poligami

Damai dalam Poligami

“Dik, lihat! Ini pondok pesantren tempatnya tidak jauh dari sini. Kakak baca kalau pondok ini menerima santri mulai tingkat Sekolah Dasar. Mondok itu keren, Dik, belajar Alquran sampai pintar dan menghafalnya. Kalau hafal semua sampai tiga puluh juz bisa memberi orang tua kita mahkota di surga kelak. Keren kan?” kata Royyan sambil menunjukkan ponsel milik bundanya yang dipinjam. “Iya keren, Kak. Aku mau biar bisa kasih mahkota buat Bunda di surga nanti.” “Kalian sedang lihat apa?” “Kakek!” Seru keduanya serempak.
1020.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 753 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Pesan Rindu Dari Ma'had

Pesan Rindu Dari Ma'had

Mereka juga teriak-teriak seperti pada saat latihan hadroh. "wetan kali... Kulon kali... Tengah-tengah ono mbaaaak Santri..." "saiki ngaji, sesok yo ngaji..Ben iso rabi karo mbak santriiiii.." Masyaallah.. Kreatifitas tanpa batas...
9.823.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 940 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Damai Dalam Poligami Sesion 2

Damai Dalam Poligami Sesion 2

“Baik. Silakan pilih salah satu saung untuk beristirahat. Santri yang di jenguk akan dipanggil.” Kami mengangguk serentak dan segera beranjak setelah mengucap terimakasih. Terdengar suara pengeras suara memanggil nama Syamil dan Rayyan dengan bahasa arab yang sangat fasih. “Ma sya Allah. Pondok yang modern dan tertata sangat rapi.” Dokter Wan mengagumi semua yang terpampang di hadapannya. Sementara Anton tampak bangga karena dirinyalah yang merekomendasikan Pondok Pesantren tersebut.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai pantun santri pondok
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status