Balada Asmara Biduan Dangdut
Harasspeaker dangdutlirik lagu yang dangdutlirik lagu dangdutlirik untuk apa lagi dangdut
Kakiku berjalan pelan menuju gerbang pondok.
Sampai di depan gerbang, seorang santri menghampiriku.
“Ya Allah, Mas Cukir?” santri itu membukakan gerbang pondok. “Kapan pulang nih artis Ibu Kota? Tambah cakep aja. Ada perlu apa, Mas? Lho, Mas? Mas Cukir?”
Aku tidak menghiraukan lagi dia, bahkan dia sampai menarik-narik bajuku, kakiku tetap melangkah menuju ke Ndalem.