Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

“Artine iku wengi jemuwah, wong dhisik pracaya wengi sukra yaiku wengi kang apik kanggo nglakoni ritual menyerahkan tumbal.” (Artinya itu malam jumat, orang dulu percaya malam Sukra adalah malam yang baik untuk melakukan ritual persembahan tumbal). "Tepate wengi sukra kaping loro kali, pondok lagi nganakake jurit wengi. Wengi wektu prastawa kebarakan pondok kang mateni 21 santriwati kalebu Watri. Watri wis ora bisa gegerak amarga diikat dening Pur Mani, suruhan pawongan."
1022.7K viewsCompletedAdded to Library 636 Times as pantun santri pondok
Read
+Library
Sang Penunggu Pengantin

Sang Penunggu Pengantin

sambung Kakek. Aku tersenyum dan menganggukan kepala, lalu kami menikmati sarapan nasi goreng dan telur mata sapi buatanku itu. Kakek sangat lahap menyantapnya, Kakek bilang nasi goreng buatan ku pagi itu nasi goreng terenak yang pernah dia makan dan ternyata nasi goreng terakhir yang Kakek nikmati dan Kakek pun tidak dapat mencicipinya lagi, sama halnya seperti Nenek Uban.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as pantun santri pondok
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Baraka pun mencoba membalas dengan pantun, “Anak sapi memang anak sapi, Jika dicium tetap anak sapi. Jangan dulu lekas memuji, Masih ada urusan tentang... tentang anak sapi!” Kadal Ginting yang juga sudah sehat bagai tak pernah mengalami sakit apa pun itu tertawa sambil berkata, "Kau mau berpantun apa atau mengatakan Eyang Resi adaiah anak sapi? Tapi boleh juga pantunmu itu, Baraka. memang itulah pantun yang cocok untuk anak sapi. Eh. salah..” Kadal Ginting menutup mulut melirik sang Resi. Yang dilirik tampak memendam kedongkolan.
1028.5K viewsOngoingAdded to Library 939 Times as pantun santri pondok
Read
+Library
Balada Asmara Biduan Dangdut

Balada Asmara Biduan Dangdut

Kakiku berjalan pelan menuju gerbang pondok. Sampai di depan gerbang, seorang santri menghampiriku. “Ya Allah, Mas Cukir?” santri itu membukakan gerbang pondok. “Kapan pulang nih artis Ibu Kota? Tambah cakep aja. Ada perlu apa, Mas? Lho, Mas? Mas Cukir?” Aku tidak menghiraukan lagi dia, bahkan dia sampai menarik-narik bajuku, kakiku tetap melangkah menuju ke Ndalem.
1010.3K viewsCompletedAdded to Library 379 Times as pantun santri pondok
Show Reviews (13)
Read
+Library
Haras
Hallo semua, saya mulai aktif untuk melanjutkan cerita ini lagi ya. Mohon maaf kemarin sempat berhenti sebab ada kerjaan di luat. Tapi sekarang saya sedang dalam fase alih profesi untuk menjadi fulltime writer. Jadi mohon dukungan dari teman-teman semua. Terima kasih Semoga terhibur & sehat selalu.
liza sarah
cerita yg unik. gk tau kisah nyata ato gk, tp ngalir alami gt jln ceritanya. gk bnyk2 drama buatan buat seru cerita. sukaaaaak.... lucu, seger ceritanya. pesan moralnya jg dpt. ya ampuuuun setelah tamat ceritanya br berasa kehilangan. keren lah, gk bosen bacanya.
Read All Reviews
PAPAKU MASIH BUJANGAN

PAPAKU MASIH BUJANGAN

“Tapi kamu jangan macam macam ya! Jangan nanti malah ikut ikutan Utimu jodoh jodohin Papa! Udah cukup ya Nay. Papa udah pusing, udah capek. Udah nggak mau dijodoh jodohin lagi!” “Iya Paaa iyaaa.” “Kalau kata pantun jaman dulu tuh gini. Gado gado dari Kediri ...” “Cakeeep.” “Jodoh jangan dicari, nanti datang sendiri.” “Tapi Pa, kan gado gado asalnya bukan dari Kediri?” “Aduuh! Kamu ngerti konsepnya pantun nggak sih? Ini pantun Dinaya! Pantun!”
1015.4K viewsOngoingAdded to Library 384 Times as pantun santri pondok
Read
+Library
Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

'Tulisannya bagus," batinku memuji tanpa sadar. Tiga tahun menikah, aku bahkan tak tahu bagaimana tulisan Aini. Kata demi kata, aku kembali meneruskan membaca goresan itu. ------ "Seorang santriwati menginjak tanah haram!" teriakan salah satu santri putra membelah pagi di asrama Pondok Pesantren Nurul Hidayah. Jibran yang baru saja selesai berseragam, melongok keluar kamar. "Siapa?" tanyanya lantang. "Sepertinya santri kelas 10!" jawab Fatah dengan terengah-engah. "Ana kesana sekarang!"
8.0K viewsOngoingAdded to Library 255 Times as pantun santri pondok
Read
+Library
Misi Bertemu Cinta

Misi Bertemu Cinta

"Semoga besok kita diberi semangat." "A....pesss...." *** Pagi hari menyambut kehadiran pesantren. Santri putra dan putri berebut antri mandi. "Aku duluan...aku..." Teriak mereka kesal karena sebentar lagi masuk salaf. Lekas antri mandi mereka masih antri lagi. Ya. Antri sarapan. Meski sarapan hanya nasi dan tempe, kalau tidak ya lauk pauknya telor mata sapi.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as pantun santri pondok
Read
+Library
Shalaff The Magic Of Prayer

Shalaff The Magic Of Prayer

(Panitia penerimaan santri baru) "Assalamu'alaikum Warohmatullahi wabarokatuh... Untuk santriwan dan santriwati yang terpilih menjadi anggota panitia PSB. Jangan lupa dan jangan terlambat, bahwasanya besok pagi kalian harus balik ke Pondok, agar kita memiliki waktu untuk menyusun secara matang acara penerimaan santri baru tahun ini. Niatkan karena Illahi ,semangat jalani organisasi, hati-hati di jalan dan sampai bertemu besok di Pondok Al Hikmah ini. Wassalamu' alaikum warohmatullahi wabarokatuh. " Pesan dari pembina Panitia PSB. "Putriii... Dingin sekali airnya," ujar Santi mengagetkanku. "Ya memang, kita kan di gunung, hehe. " Jawabku sambil tertawa. "Hehe iya juga si.. Btw baca apa kau Pu
102.7K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as pantun santri pondok
Read
+Library
Ditinggal Suami, Dinikahi Adik Ipar

Ditinggal Suami, Dinikahi Adik Ipar

Pasalnya bunyi tempat sampah yang seperti terlempar keras terdengar. "Eh, eh? Niki, Pak kecanthol kudunge," balas suara santri itu sedikit terkekeh sambil menunjukkan sisi kerudungnya yang tersangkut di ujung jendela. "Aneh-aneh arek iki! Yok opo isoh kecanthol aa?" tanya laki-laki paruh baya geleng kepala, keheranan kenapa bisa tersangkut di ujung jendela pada santri itu. Tapi tak perlu mendengar jawabannya dia tersenyum kecil dan melangkah pergi.
1012.4K viewsCompletedAdded to Library 273 Times as pantun santri pondok
Read
+Library
Istri Sederhana Sang Duda

Istri Sederhana Sang Duda

Tanya Darma "Ini pasti salah Papa, Papa selalu marahi Mama, karena itu mama pergi, Aditya ingin Mama... Aditya ingin Mama, " Aditya meronta ingin bertemu dengan Alisa, seketika Darma terdiam. "Aditya melihat papa marahin mama, lalu mama menangis ketika papa sudah pergi, papa jahat, papa jahat sama mama, Aditya mau mama, " ucap anak itu meronta-ronta.
101.9K viewsOn holdAdded to Library 42 Times as pantun santri pondok
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status