Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Kamu Lebih Memilih Adikku

Ketika Kamu Lebih Memilih Adikku

Malam itu, Icha bermimpi. Seorang gadis kecil berlari menghampirinya, tertawa riang. Tangannya kecil dan hangat saat menggenggam jemari Icha. Mereka bermain di tepi pantai dengan pasir putih dan langit biru yang luas. Tak jauh dari sana, Tapashi berdiri. Adiknya tersenyum lembut, matanya berbinar penuh harapan, seolah memanggil Icha untuk pulang.
364 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai pantun untuk adik
Baca
+Pustaka
Keturunan 100 kg

Keturunan 100 kg

Awas ya … "Bun, Mantra minta adik lagi deh. Tapi yang cewek! Adik cowok rese rese, nyebelin, suka nguping, suka kepo! Nggak banget," teriakku pura-pura mengadu pada Bunda yang berada di dapur. "Apa Mbak Mantra ini, kasihan Bunda kalau lahiran lagi. Hamil lagi. Besok aja, Mbak Mantra sama Kak Bagas, sekali gas langsung 5," celetuk Oji.
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai pantun untuk adik
Baca
+Pustaka
KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK

KAMI YANG DISIA-SIAKAN BAPAK

Aku menoleh ke arah adikku dan menatapnya, tiba-tiba ada terbersit ingin menggodanya, “Hmmm … bisa jadi, Ian. Bisa jadi kamu anak Om Dirga. Tahu gak? Wajah kalian itu mirip banget.” Adrian mendelik dan mengedik, “Aku gak punya Bapak. Aku hanya punya Ibu.” “Dih, kok judes gitu? Jangan ngambek ….” Aku menyenggol lengannya. Namun Adrian tetap diam. Kadang ya, hmm, adikku itu baperan. “Siapa yang ngambek?” rutuknya hampir tak terdengar. “Tetangga,” kekehku sambil menutup mulut menahan tawa. Wajah Adrian kalau ngambek itu lucu. Seperti tutut sawah, ada monyong-monyongnya.
1094.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai pantun untuk adik
Baca
+Pustaka
ARFESO

ARFESO

Dia bukannya tak peduli dengan sang adik, tapi adiknya kini telah tak menampakkan batang hidung karena terlampau lancar mengayuh sepeda. Seorang anak cowok yang tadi bersembunyi saat di rumah gadis berbandana pita seketika mempercepat kayuhan sepedanya menuju ke sang kakak. "Bang,jangan ganggu Luci sama Leci. Lebih baik abang ke rumah ngerjain tugas pasti udah mirip gunung." celetuk sang adik yang berusia selisih satu tahun dengan gadis berbandana pita.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai pantun untuk adik
Baca
+Pustaka
Terpikat Pesona Tuan Eksekutif

Terpikat Pesona Tuan Eksekutif

Pemuda itu pun mengecup punggung tangan kurus sang adik dan menaruh punggung tangan sang adik ke keningnya. "Kamu kapan bangun Sayang? Kalau kamu bangun. Kakak janji akan nurutin semua keinginan kamu, maaf selama ini Kakak selalu sibuk dan jarang memiliki waktu sama kamu" sahutku lirih. Tanpa Bryan sadari, sang adik mengeluarkan air matanya.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai pantun untuk adik
Baca
+Pustaka
Tujuh Kakakku yang Super Cantik dan Lancang

Tujuh Kakakku yang Super Cantik dan Lancang

“Tapi Kakak seperguruan……” Panji masih ingin mengatakan sesuatu. “Sudahlah, Adik Seperguruan. Tekadku sudah bulat dan tidak perlu banyak bicara lagi.” Parto mematahkan omongan adik seperguruannya sendiri.
9.1802.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.1K kali sebagai pantun untuk adik
Tampilkan Ulasan (84)
Baca
+Pustaka
Sidartha Tung
Penulisnya seperti ganti orang. Sejak bab 1157 ceritanya mulai ngaco dan semakin kesini semakin ngaco. Alur cerita ngaco ga nyambung, power level ngaco pula. Makin dibaca makin bad mood jadinya. Penulis baru goblok, minimal baca dulu cerita sebelnya yg lengkap biar nyambung bikin ceritanya, OON!!
InZoe
Kakaknya updatenya satu2 bab/hr, tp setiap brp minggu sx langsung brp puluh bab yg d update dlm 1 hr. saran aja sih ka, mending di bikin sehari brp bab. misalnya 5 bab/ hr tp konsisten. ada sih d sblh yg tiap hr 15 bab. emg sih pas update byk bab kita puas bgt bacanya. tp pas satu2, kitanya kesel.
Baca Semua Ulasan
Cintaku Terhalang Status

Cintaku Terhalang Status

Kami berempat memasuki bangunan utama panti di mana adik-adikku telah menanti. "Mbak Velove, Mbak...," panggil mereka berebutan. "Betty, Linda, Shania..., Mbak kangen kalian semua." Aku memeluk dan mencium mereka satu per satu. "Kalian sudah besar-besar ya sekarang, makin cantik, dan Mbak yakin kalian makin pintar." "Ya dong, Mbak, masa mau SD terus. Aku sudah kelas dua SMP lho sekarang," celoteh Betty, salah satu adik kesayanganku.
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 530 kali sebagai pantun untuk adik
Baca
+Pustaka
Dipaksa Foto Tanpa Busana oleh Suami

Dipaksa Foto Tanpa Busana oleh Suami

Umpat Adis kesal. "Adik kamu gak pelit, justru kita udah nyusahin dia terus. Udah, kamu jangan banyak mengumpat adik kamu, kalau gak dikasih tujuh juta sama Rana, mungkin kamu Bapak rawat di puskesmas."
10113.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai pantun untuk adik
Baca
+Pustaka
Adikku Ingin Jadi Artis

Adikku Ingin Jadi Artis

"Harta yang paling berharga adalah keluarga Istana yang paling indah adalah keluarga Puisi yang paling bermakna adalah keluarga Mutiara tiada tara adalah keluarga Selamat pagi Emak Selamat pagi Abah Mentari hari ini berseri indah Terima kasih Emak Terima kasih Abah Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti "
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai pantun untuk adik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status