Badai Pun Belum Berlalu
Ibuk tak kalah sedih, seakan paham semua isi hati bapak, ibuk semakin menggenggam tangan bapak dan adik ku yang nomer tiga tertatih berjalan dengan lugunya, gadis kecil yang baru bisa berjalan berusaha mendekati dua sosok yang saling berlinang air mata, bapak bergegas menggendong nya dan meninggalkan ibuk diruang tengah, membawa adik kecilku begitu saja.
Aku menatap adikku yang nomer dua, sembari tadi dia memperhatikan ibuk yang terus menangis, panggilannya cupang, dia lebih tinggi dariku, dan dia sedikit lebih hitam dariku. Seakan paham aku memandangnya dia langsung menegurku, "cak, ibuk katene budal Nang ndi ?"(cak, ibuk mau pergi kemana) panggilan adik ke kakaknya pada jaman dulu dan mele
Hot Chapters